Atasi Kekeringan, Kodim Bondowoso Ajukan 25 Sumur Bor
- 17 Sep 2026 20:09 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso – Kodim 0822 Bondowoso mengajukan pembangunan sumur bor air bersih di 25 titik kawasan terdampak kekeringan di Kabupaten Bondowoso. Usulan tersebut menjadi bagian dari program Bakti TNI AD yang merupakan upaya mendukung program Presiden RI Prabowo Subianto dalam mengatasi krisis air bersih sekaligus memperkuat ketahanan pangan di daerah.
Dandim 0822 Bondowoso Letkol Inf Prawito mengatakan, sebelumnya terdapat dua titik sumur bor yang telah dibangun melalui program serupa, masing-masing berada di Kecamatan Grujugan dan Kecamatan Cermee. Sementara 25 titik baru yang diajukan saat ini masih menunggu persetujuan pemerintah pusat.
"Kami sudah mengajukan kembali 25 titik. Pengajuan ini didasarkan pada hasil survei jajaran Babinsa yang disesuaikan dengan data peta kekeringan di wilayah Bondowoso," ujar Letkol Inf Prawito.
Menurutnya, keberadaan sumur bor diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat di wilayah yang kesulitan mendapatkan air bersih saat musim kemarau. Selain mengajukan pembangunan sumur, Kodim 0822 juga turut mendistribusikan air bersih ke sejumlah wilayah terdampak kekeringan.
Salah satunya dilakukan di Desa Purnama, Kecamatan Tegalampel, dengan menggunakan satu unit truk tangki air milik Kodim 0822.
"Kita ada satu unit mobil," jelasnya.
Berdasarkan data BPBD Bondowoso, kekeringan telah terjadi di sejumlah wilayah sejak April 2026. Pemerintah Kabupaten Bondowoso juga telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan Tahun 2026.
Dampak kekeringan tercatat terjadi di 20 dusun yang tersebar di 13 desa dan sembilan kecamatan, yakni Maesan, Klabang, Prajekan, Wringin, Tegalampel, Botolinggo, Tamankrocok, Curahdami, dan Tlogosari. Secara keseluruhan, kekeringan tersebut berdampak terhadap 1.784 kepala keluarga atau sekitar 7.136 jiwa.
Kalaksa BPBD Bondowoso Kristianto Putro Prasojo mengatakan, pemerintah daerah bersama OPD teknis, seperti Dinas BSBK, Dinas Perkim Ciptaru, dan Baperinda, tengah menyusun kajian penanganan kekeringan secara permanen.
Kajian tersebut dilakukan dengan menganalisis wilayah yang konsisten mengalami kekeringan selama empat tahun terakhir. Hasil analisis nantinya digunakan untuk memetakan potensi sumber air yang dapat dikembangkan melalui pengeboran maupun pipanisasi.
"Secara teknis, total penanganan permanen ini memerlukan pembiayaan sekitar Rp6,2 miliar," jelas Kristianto.
Selain penanganan krisis air bersih, Kodim 0822 Bondowoso juga mengajukan perbaikan infrastruktur jalan dan penyeberangan melalui Program Jembatan Garuda Perintis. Salah satu lokasi yang diusulkan berada di Kecamatan Prajekan.
Hingga saat ini, Program Jembatan Garuda Perintis telah dilaksanakan di 12 titik wilayah terpencil di Kabupaten Bondowoso. Sebanyak 10 jembatan telah rampung dan dimanfaatkan masyarakat, sedangkan dua jembatan lainnya masih dalam proses pengerjaan.
Empat jembatan yang telah rampung di antaranya berada di Desa Gadingsari, Kecamatan Binakal; Desa Sukowiryo, Kecamatan Bondowoso; Desa Sumbersalak, Kecamatan Curahdami; dan Desa Gayam, Kecamatan Botolinggo.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....