BPBD Bondowoso Salurkan Ratusan Ribu Liter Air Bersih
- 06 Jul 2026 18:34 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso telah menyalurkan 350.000 liter air bersih secara gratis kepada warga terdampak kekeringan di berbagai wilayah. Bantuan tersebut didistribusikan ke puluhan dusun yang tersebar di 13 desa dan delapan kecamatan selama periode 11 Mei hingga 27 Juni 2026, sebagai upaya memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di tengah musim kemarau.
Kepala Bidang Logistik, Rekonstruksi, dan Rehabilitasi BPBD Bondowoso, Tugas Riski Bahana, mengatakan distribusi air bersih yang bersumber dari APBD Kabupaten Bondowoso telah selesai disalurkan di 28 titik. Setiap titik menerima bantuan air bersih sebanyak 5.000 hingga 10.000 liter.
"Untuk distribusi dari APBD sudah habis disalurkan di 28 titik. Kemudian sisanya dibantu Polres Bondowoso sebanyak 10 titik. Ada juga bantuan dari YSDF, Baznas, dan Bank Jatim," kata Tugas saat dikonfirmasi, Senin, 6 Juli 2026.
Ia menjelaskan, bantuan dari YSDF, Baznas, dan Bank Jatim masih akan terus berjalan hingga 14 Juli 2026. Setelah itu, BPBD Bondowoso akan melanjutkan distribusi menggunakan anggaran dari BPBD Provinsi Jawa Timur.
"Selanjutnya kita pakai anggaran provinsi mulai tanggal 15 Juli, untuk dua bulan ke depan," ungkap Tugas.
Menurutnya, permohonan bantuan kepada BPBD Provinsi Jawa Timur telah diajukan agar pasokan air bersih bagi warga terdampak tetap berlanjut selama musim kemarau.
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengungkapkan anggaran daerah untuk distribusi air bersih memang terbatas. Dana APBD hanya mampu memenuhi kebutuhan distribusi selama sekitar 30 hari.
Ia menyebut keterbatasan anggaran dipengaruhi kebijakan efisiensi anggaran serta kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi. Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun ini akan berlangsung hingga tujuh bulan.
Karena itu, BPBD menggandeng berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah, lembaga sosial, hingga perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi.
"Kita gandeng lintas sektor," ujar Kristianto.
Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Darurat Kekeringan, BPBD mencatat terdapat 20 dusun yang tersebar di 13 desa dan sembilan kecamatan terdampak kekeringan pada 2026. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Maesan, Klabang, Prajekan, Wringin, Tegalampel, Botolinggo, Tamankrocok, Curahdami, hingga Tlogosari.
Total warga terdampak mencapai 1.784 kepala keluarga (KK) atau sekitar 7.136 jiwa.
Selain mendistribusikan air bersih, BPBD Bondowoso juga menjalankan program penanganan jangka panjang untuk mengurangi dampak kekeringan. Program tersebut meliputi pembangunan sumur bor, perlindungan sumber mata air, serta pengembangan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).
Beberapa waktu lalu, Polres Bondowoso turut membantu pembangunan sumur bor di Masjid Nurul Hasan, Kelurahan Sekarputih, Kecamatan Tegalampel. Selain itu, bantuan tandon air berkapasitas 5.000 liter juga disalurkan kepada warga Dusun Sumber Biru, Desa Klabang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....