Karhutla Bondowoso Capai 33 Kejadian, 123 Hektare Terdampak
- 17 Sep 2026 19:08 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso mencatat 33 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 16 September 2026. Dari kejadian tersebut, total luasan hutan dan lahan yang terdampak mencapai sekitar 123 hektare.
Data tersebut disampaikan Kalaksa BPBD Bondowoso Kristianto Putro Prasojo dalam Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla di Wisma Wakil Bupati Bondowoso, pada Kamis, 17 September 2026.
Kristianto mengatakan, koordinasi dilakukan untuk menyatukan langkah seluruh stakeholder dalam penanganan Karhutla. Selain membahas respons ketika kebakaran terjadi, rapat tersebut juga menekankan upaya pencegahan.
"Agenda hari ini kita lakukan rapat koordinasi dengan semua stakeholder yang mempunyai kepentingan, mempunyai sumber daya di kawasan Ijen, maka kita harus satu suara dalam hal penanganan karhutla," ujarnya.
| Baca juga: Warga Kajar Digegerkan Penemuan Jenazah |
Menurutnya, terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi terjadinya karhutla, mulai dari kondisi iklim hingga aktivitas manusia. Saat ini, Bondowoso berada pada puncak musim kemarau yang turut menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kebakaran.
Sementara api menjadi pemicu terjadinya kebakaran. Berdasarkan kajian yang dibahas dalam rapat, sekitar 99 persen kejadian kebakaran hutan dan lahan disebabkan aktivitas manusia, seperti kecerobohan maupun penggunaan api yang tidak terkendali.
"Jadi kami sebut ini aktivitas manusia bukan motif ya, jadi aktivitas manusia. Misalnya halnya kecerobohan, kemudian mungkin membuat dari tungku api dan sebagainya," jelasnya.
Karena itu, pencegahan akan dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, Perhutani, PTPN hingga stakeholder lainnya. Masing-masing pihak diharapkan dapat menggunakan kewenangannya untuk melakukan sosialisasi, pengawasan, dan pencegahan karhutla.
Sementara itu, Wakil Bupati Bondowoso As'ad Yahya Syafi'i menegaskan pemerintah daerah lebih menekankan langkah preventif dalam menghadapi potensi karhutla. Satgas yang telah dibentuk tidak hanya dituntut merespons ketika kebakaran terjadi, tetapi juga melakukan pencegahan dan sosialisasi kepada masyarakat.
"Kami lebih kepada melakukan penjagaan preventif, itu yang paling kami tekankan tadi. Agar daripada responsif kalau hemat kami itu hasil diskusinya adalah lebih kepada preventif," katanya.
As'ad mengatakan, pencegahan menjadi penting karena kebakaran dapat menimbulkan dampak yang kembali dirasakan masyarakat. Pemerintah daerah, kata dia, berupaya menjaga kondisi masyarakat Bondowoso agar tetap aman dan nyaman serta terhindar dari bencana.
Dari sisi sarana dan prasarana, Pemkab Bondowoso akan mengupayakan peralatan sederhana yang dapat ditempatkan di wilayah rawan. Salah satunya kendaraan kecil yang dilengkapi tandon air dan pompa untuk penanganan awal sambil menunggu dukungan dari tingkat kabupaten.
"Kita akan mengupayakan ada mungkin peralatan yang sederhana dulu. Nanti kita ikhtiarkan setidaknya ada mungkin kendaraan kecil yang kemudian di sana ada tandonnya, kemudian ada pompa airnya," ungkapnya.
Langkah tersebut dinilai penting karena waktu tempuh dukungan dari kabupaten menuju wilayah tertentu dapat mencapai sekitar dua jam. Selain itu, Pemkab Bondowoso juga akan berkoordinasi dengan TNI untuk mendapatkan dukungan apabila terjadi karhutla.
Berdasarkan pemetaan BPBD, wilayah yang dinilai rawan karhutla di Bondowoso berada di Kecamatan Ijen dan Wringin. Untuk kejadian di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Ijen, BPBD masih menunggu rilis resmi dari BKSDA terkait luasan kawasan yang terdampak.
Dari sisi anggaran, BPBD juga mendapat tambahan dukungan untuk memperkuat penanganan karhutla. Salah satunya digunakan untuk merangkai kendaraan 4WD milik BPBD menjadi mobil taktis penanganan karhutla dengan anggaran sekitar Rp90 juta.
"90 juta itu ya untuk mobil taktis itu, kemudian untuk operasional di lapangan, nanti untuk penguatan satgas di kecamatan juga," pungkas Kristianto.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....