Dinsos P3AKB Bersama Polres Bondowoso Mediasi Dugaan Perundungan Pelajar
- 10 Sep 2026 18:18 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso - Polres Bondowoso bersama Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) setempat memediasi kasus dugaan perundungan yang melibatkan sejumlah pelajar perempuan di Kabupaten Bondowoso, pada Kamis 10 September 2026.
Mediasi dilakukan atas permintaan keluarga korban meski kejadian tersebut tidak dilaporkan secara resmi ke kepolisian.
Kasi Humas Polres Bondowoso, Iptu Bobby Dwi Siswanto, mengatakan keluarga korban meminta mediasi agar persoalan tersebut dapat diselesaikan dan kejadian serupa tidak kembali terjadi.
"Kami dari Polres Bondowoso bersama Dinsos melaksanakan mediasi atas permintaan keluarga korban," ujar Iptu Bobby Dwi Siswanto saat dikonfirmasi.
Mediasi berlangsung di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bondowoso. Penanganan dilakukan dengan mempertimbangkan bahwa korban dan pihak yang diduga sebagai pelaku masih di bawah umur.
Dinsos P3AKB Bondowoso juga melakukan asesmen dengan mendatangi rumah korban. Selanjutnya, petugas memberikan pendampingan dan terlibat sebagai mediator dalam proses mediasi di Polres Bondowoso.
| Baca juga: Polisi Ungkap Dugaan Pencurian Mobil Pikap |
Kabid Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan dan Anak Dinsos P3AKB Bondowoso, Hafidatullaely, mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke rumah korban.
Ia memastikan Dinsos P3AKB siap memfasilitasi pendampingan psikolog apabila nantinya dibutuhkan oleh korban.
"Kami siap," ujarnya.
Kasus tersebut sebelumnya menjadi perhatian setelah video dugaan perundungan yang melibatkan sejumlah pelajar perempuan di Bondowoso beredar dan viral di media sosial.
Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Taufan Restuanto, membenarkan bahwa para pelajar yang terlihat dalam video tersebut merupakan pelajar di Bondowoso.
Aksi dugaan perundungan tersebut terjadi pada Selasa 8 September 2026 sore.
"Betul, yang memukul dari SMK," jelas Taufan.
Menurut Taufan, dugaan perundungan tersebut dipicu persoalan kecemburuan. Ia menyebut kedua keluarga telah bertemu pada Rabu 9 September 2026 dan sepakat saling memaafkan.
"Hari Rabu kemarin kedua orang tua sudah bertemu dan saling memaafkan. Jadi permasalahan sudah terselesaikan," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....