Petugas Gabungan di Lumajang Memastikan Adanya Isu Titik Api Baru

  • 12 Sep 2026 15:16 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Lumajang- Isu mengenai empat titik kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Pasrujambe dipastikan tidak benar. Setelah melakukan pengecekan bersama, Polsek Pasrujambe dan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menyatakan titik yang dimaksud berada di kawasan Bromo dan bukan merupakan titik api.

Kepastian itu diperoleh dalam pertemuan koordinasi antara Kapolsek Pasrujambe AKP Sujianto dengan Kepala Resort Pengelolaan Taman Nasional Wilayah Pasrujambe Khaerul Soleh, S.H., di kantor resort setempat, Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Pertemuan digelar menyusul beredarnya informasi di masyarakat terkait adanya titik-titik karhutla di wilayah Pasrujambe. Untuk menghindari keresahan, kedua pihak langsung mencocokkan laporan lapangan dengan data pemantauan satelit milik TNBTS.

Berdasarkan data yang disampaikan TNBTS, lokasi karhutla yang menjadi perhatian berada di kawasan Bromo. Secara administratif titik tersebut tidak masuk wilayah Kecamatan Pasrujambe.

Terkait isu empat titik kebakaran baru, hasil verifikasi juga menunjukkan hal yang berbeda. Koordinat yang beredar ternyata merupakan jalur pendakian dari Ranupani menuju Ranu Kumbolo, bukan titik kebakaran.

“Kami melakukan koordinasi untuk memastikan informasi yang beredar benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Dari data yang kami terima, titik karhutla tersebut berada di kawasan Bromo dan tidak masuk wilayah Kecamatan Pasrujambe,” kata AKP Sujianto Sabtu 12 September 2026.

Kapolsek menegaskan, koordinasi dengan pengelola TNBTS akan terus dilakukan. Hal ini penting untuk merespons cepat setiap informasi terkait titik api atau potensi karhutla di wilayah perbatasan taman nasional.

Ia juga mengimbau warga agar tidak mudah percaya dan menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Jika menemukan titik api atau kejadian mencurigakan, segera laporkan kepada petugas agar bisa dilakukan pengecekan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Khaerul Soleh menjelaskan bahwa data pemantauan di resortnya tidak menunjukkan adanya empat titik kebakaran baru di Pasrujambe.

“Koordinat yang dilaporkan sebagai empat titik kebakaran baru itu bukan titik kebakaran. Lokasinya merupakan jalur pendakian dari Ranupani menuju Ranu Kumbolo,” jelas Khaerul.

Menurutnya, pencocokan data dan koordinasi rutin dengan kepolisian diperlukan agar setiap informasi mengenai kondisi kawasan TNBTS dapat dipahami secara tepat oleh masyarakat.

Koordinasi ini sekaligus menjadi langkah antisipasi bersama untuk menjaga kawasan hutan dari ancaman karhutla. Komunikasi yang cepat antarpetugas diharapkan dapat mempercepat penanganan jika ditemukan potensi kebakaran di dalam kawasan taman nasional.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....