Peran Strategis Agama dan Negara dalam Membentuk Keluarga Harmonis

  • 14 Sep 2026 12:47 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Relasi antara agama dan negara dalam sistem hukum perkawinan Islam di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari dimensi edukasi moral serta pembinaan spiritual masyarakat. Kajian mendalam mengenai hal ini terus disuarakan melalui berbagai ruang publik guna memperkuat pemahaman keagamaan yang moderat, toleran, dan selaras dengan tatanan kehidupan berbangsa.

Dalam praktiknya, pemahaman keagamaan yang komprehensif sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas agar tidak terjadi dikotomi antara ajaran agama dan aturan hukum positif. Keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah tidak hanya dibangun atas dasar ibadah ritual semata, tetapi juga melalui kepatuhan terhadap etika sosial dan hukum kemasyarakatan.

Program siaran keagamaan seperti Mutiara Pagi di RRI Jember, bekerjasama dengan Asosisasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Jember secara konsisten menghadirkan pencerahan rohani guna membimbing masyarakat dalam mengarungi kehidupan berumah tangga. Melalui ruang dialog interaktif ini, para pendengar diajak untuk memahami bahwa nilai-nilai Islam sangat menjunjung tinggi ketertiban, kedisiplinan, serta kemaslahatan bersama.

"Pembangunan ketahanan keluarga berawal dari pemahaman agama yang lurus yang kemudian diwujudkan melalui ketaatan terhadap aturan dan norma yang berlaku di masyarakat," ujar K.H. Abdullah Syafi'i, M.Pd.I., Kepala KUA Kecamatan Arjasa pada Senin (14/9/2026). Ia menekankan bahwa keluarga yang kuat adalah fondasi utama dalam melahirkan generasi bangsa yang berakhlak mulia dan taat hukum.

Selain aspek spiritual, pembinaan keluarga juga menitikberatkan pada pentingnya komunikasi yang sehat serta penyelesaian konflik secara bijak di dalam rumah tangga. Nilai-nilai musyawarah dan saling menghormati antara suami dan istri menjadi pilar utama untuk meredam potensi perpecahan yang kerap mengancam keharmonisan rumah tangga modern.

Peran lembaga penyiaran publik dinilai sangat strategis dalam menyebarkan pesan-pesan moral yang menyejukkan sekaligus mencerdaskan kehidupan beragama masyarakat. Siaran-siaran inspiratif mampu menjadi panduan alternatif bagi keluarga muda dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan sosial di era digital saat ini.

Dukungan dari tokoh masyarakat, ulama, dan pemerintah daerah juga menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem sosial yang kondusif bagi tumbuh kembangnya keluarga yang harmonis. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu menekan angka perceraian serta meminimalisir disfungsi peran keluarga di tengah dinamika zaman yang kian kompleks.

Melalui siraman rohani dan edukasi yang berkelanjutan, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya menyeimbangkan antara kedalaman ilmu agama dan ketaatan hukum formal. Keseimbangan ini diyakini mampu melahirkan tatanan sosial yang damai, bermartabat, serta senantiasa mendapatkan ridha dari Tuhan Yang Maha Esa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....