Pemkab Jember Dorong Pertamina Evaluasi Jalur Distribusi BBM

  • 14 Sep 2026 01:42 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Pemkab Jember mendorong Pertamina mengevaluasi jalur distribusi bahan bakar minyak (BBM), menyusul gangguan pasokan yang sempat memicu antrean panjang di sejumlah SPBU.

Bupati Jember, Muhammad Fawait mengatakan, kemacetan parah di jalur menuju pelabuhan berdampak terhadap pengiriman BBM ke sejumlah wilayah. Mulai Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Jember hingga Lumajang.

“Ini sudah ketiga kalinya terjadi di Jember akibat hambatan pada rantai distribusi,” kata Fawait, berdasarkan rilis, Sabtu (12/9/2026).

Menurutnya, Pertamina perlu meningkatkan kecepatan dalam merespons potensi gangguan distribusi.

Ketika kemacetan di jalur utama mulai terdeteksi, pasokan untuk wilayah terdampak dinilai seharusnya dapat segera dialihkan dari titik pasokan lain.

Fawait menyebut, suplai BBM ke Jember dapat dialihkan dari wilayah seperti Surabaya atau Malang, sehingga tidak harus menunggu sampai terjadi antrean panjang dan kepanikan masyarakat.

Ia mencontohkan penanganan distribusi LPG yang dinilai lebih cepat ketika jalur pasokan dari Banyuwangi mengalami gangguan.

Saat itu, pasokan LPG untuk Jember dialihkan dari Surabaya dan Gresik sehingga ketersediaannya tetap terjaga.

Pemkab Jember, lanjut Fawait, akan menyampaikan persoalan tersebut melalui surat resmi kepada Pertamina Pusat dan pemerintah pusat.

Salah satu usulan yang akan disampaikan adalah mengaktifkan kembali depo BBM di Jember.

“Kami mengusulkan reaktivasi depo di Jember agar suplai tidak bergantung penuh pada Depo Banyuwangi," katanya.

Selain itu, Pemkab Jember mendorong adanya skema alternatif distribusi dengan memanfaatkan jalur pasokan dari Surabaya, Malang maupun Gresik ketika jalur utama mengalami kendala.

Fawait menilai langkah tersebut penting mengingat Jember merupakan salah satu daerah dengan jumlah penduduk terbesar di Jawa Timur.

Populasi Jember disebut berada di kisaran 2,6 hingga 2,7 juta jiwa, ditambah tingginya mobilitas pendatang dan mahasiswa.

Di tengah gangguan pasokan BBM, Pemkab Jember juga menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring juga diberlakukan bagi pelajar di bawah naungan Pemkab Jember, Cabang Dinas Pendidikan maupun Kementerian Agama.

Kebijakan tersebut ditujukan untuk mengurangi mobilitas masyarakat dan kepadatan lalu lintas selama kondisi distribusi BBM terganggu.

Pemkab Jember berharap, setelah pasokan BBM kembali pulih dan antrean di sejumlah SPBU berkurang, aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal pada awal pekan mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....