Pemkab Jember Alokasikan Rp187 Miliar untuk Revitalisasi 258 Sekolah
- 02 Okt 2026 09:23 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Pemerintah Kabupaten Jember mengalokasikan anggaran Rp187,38 miliar untuk program revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan.
Anggaran tersebut diberikan kepada 258 lembaga pendidikan yang telah menandatangani perjanjian kerja sama.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, penerima bantuan terdiri dari 121 sekolah negeri dan 137 sekolah swasta. Program itu mencakup jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMP.
Alokasi terbesar diberikan kepada jenjang sekolah dasar. Sebanyak 120 SD menerima bantuan dengan total Rp123,94 miliar, terdiri dari 106 SD negeri dan 14 SD swasta.
Sementara jenjang PAUD dan TK mendapat alokasi Rp46,25 miliar untuk 117 lembaga. Dari jumlah tersebut, tiga merupakan lembaga negeri dan 114 lainnya sekolah swasta.
Adapun untuk jenjang SMP, pemerintah daerah mengalokasikan Rp17,18 miliar bagi 21 lembaga, yang terdiri dari 12 SMP negeri dan sembilan SMP swasta.
Bupati Jember, Muhammad Fawait mengatakan, perbaikan sarana pendidikan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, kondisi lingkungan belajar menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam mendukung proses pendidikan.
"Pendidikan yang unggul dimulai dari lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Alokasi dana revitalisasi ini kami bagikan secara proporsional, baik untuk lembaga negeri maupun swasta, agar anak-anak kita mendapatkan fasilitas belajar yang layak tanpa ada diskriminasi," ujarnya, Kamis, 1 Oktober 2026.
| Baca juga: PWRI Jember Siapkan Program Kerja Baru |
Ia menegaskan, bantuan revitalisasi diberikan kepada sekolah negeri maupun swasta dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing lembaga.
Pemkab Jember juga akan melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan revitalisasi agar pekerjaan berjalan sesuai perencanaan dan memberikan manfaat bagi sekolah.
Masyarakat diminta turut mengawasi pelaksanaan pekerjaan di lingkungan sekolah. Pemkab Jember membuka kanal pengaduan Wadul Gus’e bagi masyarakat yang menemukan pekerjaan revitalisasi yang dinilai bermasalah atau tidak sesuai.
“Jika ada pengerjaan yang kurang pas dan janggal, bisa langsung melapor melalui kanal Wadul Gus'e,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....