Pertamina Pastikan Ketersediaan BBM di tengah Kemacetan Panjang
- 07 Sep 2026 07:22 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Situbondo - PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan dan kelancaran penyaluran BBM di wilayah Banyuwangi, Bondowoso, Jember dan Situbondo tetap menjadi prioritas di tengah kemacetan panjang yang terjadi di kawasan Tanjung Wangi, Banyuwangi.
Area Manager Communication, Relation dan CSR Jatim Balinus, PT Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi mengatakan, kemacetan pada Kamis (3/9) terpantau mencapai sekitar 12–15 kilometer dan terjadi di sejumlah titik dengan kepadatan kendaraan yang cukup tinggi.
"Kondisi ini turut berdampak pada mobil tangki (MT) Pertamina yang melakukan distribusi BBM. Di beberapa lokasi, kondisi lalu lintas bahkan mencapai tiga jalur sehingga menyulitkan proses pengawalan mobil tangki," ujar Ahad Rahedi dalam rilisnya kepada RRI, Minggu, 6 September 2026.
Ia mengemukakan bahwa di depan Integrated Terminal Tanjung Wangi, arus kendaraan terpantau bergerak secara tidak beraturan, dengan kondisi kendaraan dapat berjalan sekitar 7–8 menit kemudian berhenti selama 45–60 menit.
Situasi ini menyebabkan waktu tempuh pengiriman mobil tangki ke wilayah Bondowoso dan Situbondo meningkat dari rata-rata sebelumnya sekitar 8–10 jam menjadi 15–23 jam. Hingga saat ini, masih terdapat sekitar 10 mobil tangki yang terdampak dan terjebak dalam kemacetan.
"Kepadatan lalu lintas juga semakin meningkat setelah adanya aksi penyampaian aspirasi pengemudi angkutan di kawasan ASDP pada pukul 16.00–18.30 WITA, yang turut memperlambat pergerakan kendaraan di sekitar lokasi," bebernya.
Untuk menjaga kelancaran distribusi BBM, Pertamina Patra Niaga terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, antara lain Satuan Lalu Lintas, KP3, Polairud, Lanal, Polsek, dan Babinsa, untuk memberikan prioritas pergerakan bagi mobil tangki Pertamina.
Di sisi operasional, Pertamina juga memberikan dukungan kebutuhan konsumsi bagi Awak Mobil Tangki (AMT) yang terdampak kemacetan. Selain itu, Pertamina melakukan pengaturan pola distribusi dan menyiapkan skema alih suplai untuk menjaga ketersediaan BBM di wilayah yang terdampak.
Melalui koordinasi lintas wilayah, telah disiapkan potensi alih suplai untuk kebutuhan Bondowoso dan Situbondo sebesar 584 KL. Dari jumlah tersebut, sebanyak 112 KL dialihkan melalui Malang, dengan dukungan empat mobil tangki berkapasitas 24 KL serta dukungan satu mobil tangki 16 KL dari Madiun.
Sementara itu, sebanyak 472 KL dialihkan melalui IT Surabaya. Untuk mendukung skema tersebut, Tanjung Wangi menyiapkan 10 mobil tangki dengan rincian enam unit berkapasitas 24 KL dan empat unit berkapasitas 32 KL, dengan total volume 272 KL.
"Skema estafet juga kami siapkan untuk mendukung alih suplai menuju IT Surabaya melalui mobil tangki dari beberapa wilayah, yaitu 150 KL dari FT Madiun, 72 KL dari FT Tuban, dan 48 KL dari Camplong, dengan total 270 KL," jelasnya.
Pertamina juga akan melakukan evaluasi lebih lanjut terhadap kemungkinan estafet distribusi antarwilayah guna memastikan kebutuhan BBM di wilayah Bondowoso dan Situbondo tetap dapat dipenuhi selama kondisi lalu lintas belum sepenuhnya normal.
Ahad Rahedi, menyampaikan kondisi kemacetan memang memberikan tantangan terhadap waktu tempuh distribusi, namun Pertamina telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga pasokan tetap tersedia.
“Kami memahami kondisi kemacetan di kawasan Tanjung Wangi berdampak pada waktu tempuh mobil tangki. Namun, Pertamina terus melakukan berbagai langkah agar distribusi BBM tetap berjalan. Kami melakukan pengaturan jalur distribusi, koordinasi dengan stakeholder terkait, serta menyiapkan alih suplai dari wilayah lain untuk menjaga ketersediaan BBM di Bondowoso dan Situbondo,” ujar Ahad.
Menurutnya, pengalihan pasokan merupakan bagian dari langkah antisipasi Pertamina untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap dapat dipenuhi selama terjadi kendala pada jalur distribusi utama.
“Yang menjadi prioritas kami adalah memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat tetap terjaga. Karena itu, distribusi terus kami monitor dan evaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas serta kebutuhan masing-masing wilayah,” tegasnya.
Masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian secara berlebihan dan tetap membeli BBM sesuai kebutuhan. Untuk informasi maupun pengaduan terkait produk dan layanan Pertamina, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....