Banyuwangi Beri Insentif Guru Rohani Lintas Agama
- 08 Sep 2026 18:53 WIB
- Jember
RRI.CO.ID Banyuwangi – Pemkab Banyuwangi menyalurkan insentif kepada ratusan guru rohani lintas agama sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan karakter dan penguatan spiritual generasi muda. Penyerahan insentif berlangsung di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Selasa, 8 September 2026.
Guru rohani yang menerima insentif merupakan pengajar di lembaga pendidikan nonformal keagamaan, seperti sekolah minggu di gereja, vihara, dan lembaga keagamaan lainnya. Penerima berasal dari agama Hindu, Buddha, Kristen, Katolik, dan Konghucu, dengan besaran insentif Rp700 ribu per orang per tahun.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas peran guru rohani dalam membentuk karakter anak sejak dini. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga penguatan nilai moral dan kepedulian sosial.
“Apa yang kami berikan mungkin tidak seberapa, tapi kami berharap ini bisa menambah motivasi para guru rohani dalam memperkuat spiritualitas di kalangan anak-anak kita. Dengan demikian, anak-anak tidak sekadar pintar namun juga memiliki karakter dan keyakinan yang kuat, serta rasa kepedulian bagi sesama,” kata Ipuk, Selasa 8 September 2026.
Ipuk mengakui nilai insentif masih terbatas karena menyesuaikan kemampuan fiskal daerah. Namun, pemerintah daerah akan menjadikannya sebagai bahan evaluasi agar dukungan bagi guru rohani dapat ditingkatkan ketika kondisi keuangan daerah semakin baik.
Selain itu, Ipuk berpesan agar para guru rohani menjadi teladan sekaligus motivator bagi anak didiknya. Ia menilai masih banyak anak yang tidak melanjutkan sekolah bukan semata karena faktor ekonomi, melainkan juga minimnya motivasi untuk belajar.
Pemberian insentif disambut positif para penerima. Suster Justina Endang Wiharti mengaku perhatian pemerintah menjadi penyemangat untuk terus mengajar, sementara guru rohani Buddha Pomo menilai dukungan tersebut memotivasi para pendidik untuk memperkuat pembinaan kerohanian anak-anak.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Banyuwangi, Nur Chozin, mengapresiasi komitmen Pemkab yang tetap mengalokasikan anggaran bagi guru rohani lintas agama di tengah keterbatasan fiskal. Menurutnya, kebijakan tersebut turut memperkuat kerukunan dan pendidikan karakter di masyarakat.
Selain guru rohani lintas agama, Pemkab Banyuwangi juga memberikan insentif kepada guru ngaji di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan keagamaan di daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....