Banyuwangi Gelar Seminar Nasional, 350 Guru Ikuti Penguatan Kompetensi
- 19 Sep 2026 16:18 WIB
- Jember
RRI.CO.ID Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar Seminar Pendidikan Nasional sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Sabtu, 19 September 2026. Kegiatan bertema “Transformasi Guru Masa Depan dan Masa Depan Guru Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua” itu diikuti 350 peserta.
Peserta terdiri atas guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, dosen, tenaga kependidikan, hingga pemerhati pendidikan. Seminar merupakan kolaborasi Pemkab Banyuwangi dengan Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (IKA FIP UNJ).
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan perubahan teknologi dan kebutuhan peserta didik menuntut guru terus meningkatkan kapasitas serta kemampuan beradaptasi. Menurutnya, guru memiliki peran penting sebagai ujung tombak dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan inklusif.
“Guru tidak boleh berhenti belajar. Upgrade terus skill dan kompetensi, termasuk di bidang teknologi,” ujar Ipuk, Sabtu, 19 September 2026.
Ipuk juga mengajak guru dan kepala sekolah menciptakan ruang belajar yang lebih kreatif dan tidak terpaku pada pembelajaran di dalam kelas. Ia mendorong kolaborasi dengan perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan orang tua agar proses pendidikan semakin relevan dengan perkembangan zaman.
Seminar menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Wakil Dekan II FIP UNJ Dr. Cecep Kustandi, Sekjen PB PGRI sekaligus Ketua IKA FIP UNJ Dr. Dudung Abdul Qodir, serta Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Dr. Alfian. Selain paparan materi, peserta juga mengikuti sesi diskusi untuk menyampaikan aspirasi dan bertukar gagasan mengenai pembelajaran di era digital.
Dalam pemaparannya, Dudung Abdul Qodir menyebut terdapat tiga kompetensi utama yang perlu dimiliki guru masa depan, yakni trend watching atau kemampuan membaca perkembangan pendidikan, envisioning atau menyusun arah pembelajaran ke depan, serta critical thinking sebagai bekal menghadapi tantangan pendidikan yang terus berubah.
“Dengan tiga hal itu, guru pasti mampu memberikan pembelajaran yang tepat sesuai kebutuhan, dengan cara yang juga sesuai dengan zaman anak didiknya,” pungkas Dudung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....