Pemkab Jember Siapkan Opsi WFH jika Antrean BBM Berlanjut

  • 08 Sep 2026 18:39 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan sejumlah langkah taktis apabila antrean BBM di sejumlah SPBU masih memanjang dan mulai mengganggu mobilitas masyarakat.

Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah penerapan bekerja dari rumah atau work from home(WFH) dan pembelajaran secara daring.

Bupati Jember, Muhammad Fawait mengatakan, opsi tersebut akan dipertimbangkan berdasarkan perkembangan antrean BBM.

Pemkab Jember akan melakukan evaluasi untuk melihat apakah kondisi di lapangan masih membutuhkan langkah khusus.

Menurut Fawait, apabila antrean masih panjang, pihaknya akan kembali mengundang Pertamina untuk melakukan pembahasan dan mencari solusi bersama.

“Kalau memang hari ini masih ada antrean, maka nanti malam saya ajak rapat lagi dan kita harus ambil langkah-langkah taktis, baik dari sisi Pertamina maupun dari sisi Pemkab Jember,” ujarnya, Senin (7/9/2026).

Ia menyebut WFH maupun pembelajaran daring dapat diterapkan apabila kondisi antrean dinilai semakin panjang dan berdampak terhadap mobilitas masyarakat.

“Kalau perlu, saya tawarkan bahwa kalau perlu kita WFH dulu atau kalau perlu secara daring pembelajaran juga kita ambil,” ujarnya.

Meski demikian, Fawait menegaskan opsi tersebut belum menjadi kebijakan yang diberlakukan. Pemerintah masih memantau perkembangan antrean dan kondisi distribusi BBM di Jember.

Menurutnya, situasi antrean saat ini juga tidak separah dua kejadian sebelumnya. Namun, kondisi tersebut tetap tidak boleh dianggap sepele karena berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat apabila berlangsung lebih lama.

Fawait memastikan ketersediaan BBM di Jember dalam kondisi aman. Bahkan, pasokan BBM untuk Jember telah ditambah melebihi kebutuhan normal masyarakat.

Ia menjelaskan, persoalan yang terjadi saat ini lebih disebabkan gangguan distribusi akibat kemacetan di wilayah Banyuwangi, khususnya kawasan Pelabuhan Ketapang. Kondisi tersebut berdampak terhadap jalur pengiriman BBM menuju sejumlah daerah di wilayah Tapal Kuda.

Pemkab Jember juga mendorong Pertamina menyiapkan pola distribusi yang lebih beragam agar persoalan serupa tidak berulang. Menurut Gus Fawait, pasokan BBM untuk wilayah Tapal Kuda tidak seharusnya hanya mengandalkan satu titik distribusi di Banyuwangi.

“Jangan cuma mengandalkan dari Pelabuhan Banyuwangi. Kalau sudah mulai ada tanda-tanda kemacetan di Pelabuhan, harusnya Pertamina sudah bisa mengambil langkah melakukan pengiriman dari Malang dan Surabaya,” katanya.

Sementara itu, melalui surat edaran tertanggal 7 September 2026, Pemkab Jember juga mengatur antrean penjualan BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar pada pukul 07.00 hingga 10.00 WIB untuk masyarakat umum di wilayah tertentu, yakni Kecamatan Kaliwates, Patrang, dan Sumbersari.

Pemkab Jember mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Masyarakat diminta membeli BBM bersubsidi sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan yang dapat memperpanjang antrean serta mengganggu distribusi BBM.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....