Bupati Jember Minta Pertamina Evaluasi Jalur Distribusi

  • 07 Sep 2026 18:54 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Antrean panjang kendaraan masih mewarnai sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Jember, Senin 7 September 2026.

Hal itu dipicu kendala distribusi akibat kemacetan panjang di wilayah Ketapang, Banyuwangi yang berdampak pada waktu tempuh mobil tangki menuju SPBU.

Merespon hal itu, Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait) menegaskan Pemkab Jember secara resmi telah melayangkan protes kepada pihak Pertamina. Ia mengungkapkan bahwa persoalan antrean BBM di Jember merupakan kejadian ketiga kalinya dengan akar masalah yang selalu berulang, yakni tersendatnya jalur distribusi.

"Semalam saya menyampaikan protes secara resmi kepada Pertamina yang diwakili oleh SBM Jember dan Depo Banyuwangi. Masalahnya hampir sama, yaitu masalah jalur distribusi yang harusnya bisa dimitigasi lebih baik lagi," ujar Gus Fawait usai menghadiri rapat paripurna bersama DPRD Jember, Senin 7 September 2026.

Gus Fawait mengkritisi pola pengiriman BBM di wilayah Tapal Kuda yang dinilai rawan lumpuh jika hanya mengandalkan satu titik suplai dari Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi.

Ia mendesak Pertamina dapat melakukan langkah mitigasi cepat saat terjadi kondisi yang potensi menganggu jalur distribusi BBM seperti saat ini. Salah satunya dengan mengalihkan pengiriman dari Surabaya atau Malang. Oleh karenanya, Pemkab Jember dirinya akan terus memantau pergerakan antrean di SPBU dan kembali memanggil pihak Pertamina untuk duduk bersama mencari solusi darurat.

Bahkan, ia sempat menyiapkan opsi kebijakan pembelajaran daring bagi siswa jika antrean kendaraan sampai menimbulkan kemacetan yang melumpuhkan aktivitas publik.

"Kita tidak boleh terjebak harus saling menyalahkan, kita harus cari solusi. Kalau memang hari ini masih ada antrean, maka nanti malam saya ajak rapat lagi dan kita harus ambil langkah-langkah taktis dari sisi Pertamina maupun pemerintah kabupaten," tegasnya.

Lebih lanjut, Gus Fawait mengimbau warga Jember untuk berhenti melakukan panic buying.

Ia menggarisbawahi bahwa kendala saat ini murni merupakan persoalan distribusi lokal, bukan dipicu oleh krisis global atau dampak perang Timur Tengah seperti kasus kelangkaan sebelumnya.

Secara perhitungan ketersediaan, stok BBM dipastikan melimpah.

Fakta ini turut diperkuat oleh Sales Branch Manager (SBM) Pertamina Jember, Andi Reza.

Dalam audiensi bersama Bupati Jember pada Minggu, (6/9/2026) malam sebelumnya, Andi menjamin keamanan stok BBM.

Ia mengonfirmasi adanya suntikan kuota ekstra untuk segera menormalkan antrean di SPBU Jember.

"Dapat kami sampaikan bahwasanya selama dua hari terakhir telah dilakukan penambahan penyaluran, baik itu produk Pertalite maupun Pertamax," jelas Andi Reza.

Andi merinci bahwa Pertamina telah menggelontorkan pasokan tambahan kurang lebih di angka 100 kiloliter atau setara dengan 100 ribu liter khusus untuk Kabupaten Jember.

Dengan adanya injeksi suplai yang sangat besar ini, masyarakat diharapkan bisa kembali tenang dan berbelanja BBM secara bijak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....