Dari Osing hingga Bleisure, Banyuwangi Ikuti Tren Wisata Modern
- 08 Sep 2026 01:19 WIB
- Jember
RRI.CO.ID Banyuwangi – Wisatawan kini tidak lagi sekadar mencari lokasi yang indah untuk diabadikan, tetapi juga menginginkan pengalaman yang autentik, ramah lingkungan, menyehatkan, dan memberi makna dalam setiap perjalanan.
Perubahan preferensi tersebut melahirkan enam tren pariwisata modern yang kini banyak diadopsi berbagai destinasi. Menariknya, Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang mampu menghadirkan seluruh tren itu melalui kekayaan budaya, alam, kuliner, hingga kawasan pesisirnya.
- Cultural immersion: Menyatu dengan budaya Osing
Desa Wisata Kemiren menjadi ruang bagi wisatawan untuk mengenal kehidupan masyarakat Osing, suku asli Banyuwangi. Pengunjung dapat mengunjungi rumah adat, belajar memainkan angklung paglak, hingga menyaksikan tradisi seperti Ider Bumi yang masih dilestarikan.
Interaksi langsung dengan warga memberikan pengalaman yang lebih mendalam dibanding sekadar menikmati objek wisata, sekaligus memperkenalkan nilai-nilai budaya lokal kepada wisatawan.
- Eco-friendly tourism: Berwisata sambil menjaga lingkungan
Kesadaran terhadap kelestarian alam membuat wisata ramah lingkungan semakin diminati. Di Banyuwangi, Pantai Sukamade di Taman Nasional Meru Betiri menjadi contoh bagaimana pariwisata berjalan berdampingan dengan konservasi.
Wisatawan dapat mengikuti edukasi perlindungan penyu, membatasi penggunaan plastik sekali pakai, hingga berpartisipasi dalam pelepasan tukik secara bertanggung jawab sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem pesisir.
- Nature & adventure: Petualangan yang penuh makna
Kawah Ijen menjadi ikon wisata petualangan Banyuwangi. Pendakian menuju kawasan vulkanik tersebut menawarkan pengalaman menikmati panorama pegunungan sekaligus memahami pentingnya menjaga kawasan konservasi.
Bagi banyak pelancong, perjalanan menuju Ijen bukan hanya tentang mencapai tujuan, tetapi juga menikmati proses dan narasi alam yang menjadikan setiap perjalanan terasa lebih personal.
- Culinary & gastronomy: Menjelajahi cita rasa Banyuwangi
Kuliner kini menjadi salah satu alasan utama seseorang memilih destinasi wisata. Banyuwangi memiliki beragam hidangan khas seperti Nasi Tempong, Rujak Soto, dan Ayam Kesrut yang mencerminkan kekayaan rempah serta tradisi masyarakat setempat.
Menikmati kuliner lokal juga menjadi cara mengenal sejarah dan identitas budaya melalui cita rasa yang diwariskan secara turun-temurun.
- Wellness tourism: Menenangkan tubuh dan pikiran
Kawasan kaki Gunung Ijen menghadirkan suasana yang mendukung wisata kebugaran dan mindfulness. Udara pegunungan, hamparan perkebunan, dan lingkungan alami menjadi ruang bagi wisatawan untuk memulihkan energi fisik maupun kesehatan mental.
Konsep ini semakin diminati masyarakat perkotaan yang mencari keseimbangan antara aktivitas dan kualitas hidup.
- Bleisure: Bekerja sambil menikmati panorama
Pola kerja fleksibel melahirkan tren bleisure, yakni menggabungkan pekerjaan dengan liburan. Kawasan Pantai Marina Boom menjadi salah satu lokasi yang mendukung gaya hidup tersebut melalui kafe, akses internet, dan panorama Selat Bali.
Setelah menyelesaikan pekerjaan, wisatawan dapat langsung menikmati suasana pantai tanpa harus berpindah lokasi, menjadikan Banyuwangi menarik bagi pekerja jarak jauh maupun pelancong modern.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, Banyuwangi siap menyambut wisatawan dengan keramahan masyarakat serta kekayaan alam dan budaya yang dimiliki daerah tersebut. Menurutnya, pengalaman wisata tidak hanya dibangun dari destinasi, tetapi juga dari interaksi wisatawan dengan masyarakat dan lingkungan sekitar.
“Banyuwangi selalu siap menyambut wisatawan dengan keramahan warganya dan keindahan alam yang kami miliki. Kami ingin setiap wisatawan yang datang tidak hanya menikmati destinasi, tetapi juga mendapatkan pengalaman dan kesan yang baik selama berada di Banyuwangi,” kata Ipuk.
Perpaduan budaya, konservasi, petualangan, kuliner, wellness, dan bleisure menunjukkan bahwa Banyuwangi tidak hanya mengikuti perkembangan tren pariwisata, tetapi juga mampu menghadirkannya melalui pendekatan berbasis komunitas dan keberlanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....