Pendaftar Beasiswa LPDP Melonjak, Anak Muda Diminta Bersiap
- 14 Agt 2026 15:17 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi – Persaingan mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri semakin ketat seiring meningkatnya jumlah peminat. Anak muda didorong menyiapkan kompetensi, kemampuan bahasa, literasi teknologi, serta kemampuan beradaptasi dengan budaya negara tujuan sejak dini.
Pesan tersebut disampaikan Marketing Director PT Permata Sukses Abadi (Hired Global), Julias Andriano, saat menjadi pembicara dalam Blambangan International Education Festival (BINEF) 2026 di Abdullah Azwar Anas Hall, Politeknik Negeri Banyuwangi, Kamis, 13 Agustus 2026.
Julias mencontohkan persaingan melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Berdasarkan data yang dipaparkannya, jumlah pendaftar beasiswa LPDP meningkat dari 1.239 orang pada 2020 menjadi proyeksi 78.588 orang pada 2025.
Tingkat penerimaan pada periode tersebut diperkirakan hanya sekitar 5,5 persen. Julias menegaskan, angka pendaftar dan rasio penerimaan 2025 yang disampaikan merupakan proyeksi berdasarkan tren sebelumnya sehingga calon pendaftar tetap perlu memeriksa data resmi LPDP sebelum mengambil keputusan.
“Angka ini bukan sekadar statistik. Ini sinyal bahwa jumlah orang yang memperebutkan kursi yang sama semakin banyak setiap tahunnya. Kalau menunggu terlalu lama untuk mulai bersiap, persaingannya semakin ketat dan peluangnya semakin menyempit,” ujar Julias, Kamis 13 Agustus 2026.
Menurut Julias, persiapan tidak cukup hanya dengan memenuhi persyaratan akademik dan administrasi. Kemampuan bahasa, literasi teknologi termasuk kecerdasan buatan (AI), serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan dan budaya negara tujuan juga perlu dipersiapkan.
Ia menilai, mendapatkan beasiswa atau kontrak kerja bukan menjadi akhir dari proses. Kemampuan memahami dan menghormati budaya setempat diperlukan agar seseorang mampu bertahan dan berkembang ketika berada di lingkungan internasional.
Karena itu, peserta BINEF 2026 didorong mulai mempersiapkan diri dengan memilih jalur pendidikan maupun pekerjaan yang resmi dan terverifikasi. Persiapan sejak dini dinilai penting agar calon pelajar dan pekerja tidak hanya mampu lolos seleksi, tetapi juga siap menghadapi kehidupan di negara tujuan.
BINEF 2026 mengangkat tema “Towards the Development of a Sustainable Regional Human Capital Ecosystem for Global Competitiveness”. Kegiatan tersebut mempertemukan pelajar dan mahasiswa dengan pembicara dari unsur pemerintah, akademisi, dan praktisi industri untuk memperluas wawasan mengenai peluang pendidikan dan karier internasional.
Selain Julias, BINEF 2026 menghadirkan Syaeful Mujab, penerima beasiswa LPDP untuk program magister di London School of Economics and Political Science, Inggris. Hadir pula Hardika Dwi Hermawan, penerima beasiswa LPDP yang menempuh studi Master of Science di Hong Kong University sekaligus pendiri Desamind, serta Achmad Roghib Mabrur yang sedang menempuh pendidikan doktoral di National Chung Hsing University, Taiwan.
Syaeful Mujab, membagikan pengalaman memperoleh beasiswa dan menempuh pendidikan di luar negeri. Ia mendorong pelajar dan mahasiswa Banyuwangi tidak membatasi cita-cita hanya karena berasal dari daerah.
“Jangan berkecil hati meskipun kita berasal dari daerah. Siapapun dari kita bisa mempunyai mimpi besar dengan berusaha untuk mencapainya. Persiapkan diri dengan baik, insyaallah kita bisa mencapai mimpi itu,” kata Mujab.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....