Beras Medium dan Premium Menipis, Diskoperindag: Kami Akan Cek
- 07 Sep 2026 15:24 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso – Kesulitan mendapatkan beras jenis premium dan medium mulai dirasakan sejumlah masyarakat di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut terutama dikeluhkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya pedagang kuliner yang membutuhkan beras sebagai bahan baku utama.
Stok beras premium dan medium dilaporkan menipis bahkan kosong di sejumlah ritel modern maupun toko kelontong. Kondisi ini membuat sebagian pedagang harus mencari pasokan ke sejumlah tempat untuk memenuhi kebutuhan usahanya.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso, Dwi Hariyadi, membenarkan pihaknya telah menerima sejumlah keluhan masyarakat terkait ketersediaan beras premium dan medium.
Dwi mengatakan, pemerintah daerah akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk mengetahui penyebab berkurangnya pasokan beras tersebut.
"Menindaklanjuti kondisi ini, insya Allah besok kami akan turun untuk melakukan pengecekan di lapangan, khususnya di penggilingan untuk memastikan apa sebenarnya yang terjadi sehingga dikatakan beras ini sulit di pasaran," terangnya.
Selain melakukan pengecekan terhadap rantai pasokan, pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur.
Koordinasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas stok dan harga beras di Bondowoso, salah satunya melalui pelaksanaan pasar murah.
"Ya, ini salah satunya sebagai upaya untuk memberikan kemudahan masyarakat untuk bisa membeli beras itu tadi, khususnya dengan harga sesuai HET," pungkasnya.
Pemerintah daerah kini masih akan melakukan pengecekan untuk memastikan penyebab kondisi tersebut, sekaligus mencari langkah stabilisasi agar ketersediaan beras kembali normal dan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok tersebut.
Salah seorang pedagang kaki lima (PKL) di Kecamatan Bondowoso, Naira, mengaku kesulitan memperoleh beras sejak sekitar sepekan terakhir. Namun, kondisi tersebut semakin terasa dalam dua hari belakangan.
| Baca juga: Masyarakat Keluhkan Harga Minyak Goreng Naik |
"Susah sekali cari beras. Kosong sama sekali, bingung ini mau beli beras apa," ujar Naira saat dikonfirmasi, Senin, 7 September 2026.
Menurut Naira, kelangkaan stok tersebut terjadi secara mendadak. Ia menyebut kondisi mulai dirasakan setelah muncul informasi mengenai inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan pemerintah setempat.
Sejak itu, stok beras premium maupun medium di sejumlah toko yang selama ini menjadi langganannya semakin sulit ditemukan.
"Biasanya di ritel modern dan beberapa toko langganan, tapi sekarang zonk (kosong)," katanya.
Naira mengaku tidak berani sembarangan mengganti merek beras yang biasa digunakan untuk kebutuhan dagangannya. Sebab, perbedaan kualitas beras dinilai dapat memengaruhi cita rasa makanan yang dijualnya.
"Kalau pakai merek lain enggak cocok. Nasi jadi kaku dan kadang agak bau, kasihan pelanggan," jelasnya.
Selain kesulitan mendapatkan barang, Naira juga khawatir kondisi tersebut akan berdampak terhadap harga beras di pasaran. Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah agar pasokan kembali normal dan harga tetap stabil.
"Harga sebenarnya masih tetap, tapi kalau barangnya zonk kan percuma. Biasanya kalau dibikin langka dulu begini, ujung-ujungnya harga naik," ungkapnya.
Keluhan serupa disampaikan warga Kelurahan Badean, Kecamatan Bondowoso, berinisial ES. Ia mengatakan stok beras premium dan medium di sejumlah toko mulai menipis.
"Medium premium biasanya tidak seperti ini, tinggal beberapa," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....