Dari Hasil Bumi hingga Suwar-Suwir, Warga Jember Merawat Tradisi lewat Ancak Agung

  • 27 Agt 2026 14:57 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Deretan ancak memenuhi jalan menuju Alun-Alun Jember. Bentuknya beragam. Ada yang dihiasi hasil bumi, makanan tradisional, hingga suwar-suwir yang disusun sedemikian rupa.

Di balik warna-warni dan kreativitas itu, ada satu pesan yang sama yaitu rasa syukur. Lebih dari itu, ancak menjadi ruang untuk mempertemukan tradisi, gotong royong dan kekayaan hasil bumi yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jember.

Tradisi Ancak Agung ini digelar masyarakat Jember dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ratusan peserta dari berbagai unsur ikut mengambil bagian.

Mulai organisasi perangkat daerah, puskesmas, pemerintah desa dan kelurahan, sekolah hingga lembaga kemasyarakatan. Masing-masing membawa kreativitasnya sendiri.

Ada hasil pertanian yang ditata menjadi bagian dari ancak. Ada pula makanan tradisional yang ikut ditampilkan. Salah satunya suwar-suwir, makanan khas Jember yang tahun ini turut diangkat dalam rangkaian Ancak Agung.

Suwar-suwir bahkan dibuat menjadi bagian dari ancak setinggi 3,7 meter dengan 1.600 kemasan atau sekitar 32 ribu buah suwar-suwir.

Bagi Pemerintah Kabupaten Jember, pengenalan suwar-suwir melalui kegiatan budaya semacam ini menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas produk lokal. Namun, daya tarik Ancak Agung bukan hanya pada bentuknya.

Di balik setiap ancak ada proses yang melibatkan banyak orang. Ada yang menyiapkan bahan, menyusun hiasan, mengangkut hingga mengaraknya menuju pusat kota.

Proses tersebut menghadirkan kembali semangat gotong royong yang perlahan menjadi semakin penting di tengah kehidupan masyarakat yang terus berubah.

Bupati Jember, Muhammad Fawait mengatakan, semangat tersebut yang menjadi nilai penting dari pelaksanaan Ancak Agung.

“Ini bukan sekadar tentang rekor, tetapi bagaimana kita menjaga tradisi dan gotong royong masyarakat Jember,” ujarnya, Sabtu 22 Agustus 2026.

Pada pelaksanaan tahun ini, sebanyak 527 ancak terverifikasi mengikuti kirab. Jumlah itu sekaligus membawa Jember mencatat rekor MURI untuk kategori Kirab Ancak Agung Terbanyak. Ini melampaui rekor sebelumnya sebanyak 449 ancak.

Namun angka tersebut pada akhirnya hanya menjadi catatan. Lebih penting adalah bagaimana sebuah tradisi tetap menemukan tempat di tengah masyarakat dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Sebab, tradisi tidak akan bertahan hanya karena pernah dilakukan. Ia membutuhkan orang-orang yang mau kembali menghidupkannya. Di Jember, ancak menjadi salah satu cara untuk melakukannya.

Dari hasil bumi yang ditanam petani, makanan yang dibuat masyarakat, hingga kreativitas anak-anak muda dan pelajar, semuanya bertemu dalam satu kirab. Menjadikan Ancak Agung bukan hanya perayaan, tetapi juga cara masyarakat Jember mengenali kembali identitas budayanya sendiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....