Banyuwangi Dapat Bantuan Armada Pengelolaan Sampah

  • 21 Agt 2026 06:42 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mendapat tambahan sarana pengelolaan sampah dari NGO Uni Emirat Arab (UEA). Bantuan berupa 21 kendaraan roda tiga, 12 mobil pikap, 2 truk armroll, dan 5 kontainer armroll tersebut diserahkan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di TPS 3R Desa Balak, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Kamis, 20 Agustus 2026.

Penyerahan bantuan turut didampingi Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi Bayu Hadiyanto, serta sejumlah pemangku kepentingan. Bantuan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap pengelolaan sampah di Banyuwangi.

Menko Pangan Zulkifli Hasan mengatakan Banyuwangi mendapat bantuan karena dinilai memiliki pengelolaan sampah yang cukup baik. Menurutnya, dukungan dari luar negeri tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah daerah meningkatkan layanan persampahan.

“Banyuwangi ini kabupaten salah satu yang terbaik. Oleh karena itu banyak bantuan-bantuan, termasuk ini dari UEA bahkan ada juga dari Norwegia, karena mengelola sampahnya termasuk yang bagus,” ujar Zulhas.

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono mengatakan tambahan armada tersebut akan membantu operasional pengangkutan sampah di lapangan. Dengan bertambahnya kendaraan, layanan pengangkutan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak wilayah.

“Tambahan armada ini makin memperkuat operasional pengangkutan sampah di lapangan, sehingga layanan kebersihan masyarakat bisa berjalan makin cepat, merata, serta terintegrasi. Terima kasih Pak Menko dan UEA,” kata Mujiono.

Plt. Kepala DLH Banyuwangi Bayu Hadiyanto menjelaskan bantuan tersebut merupakan tahap pertama untuk mendukung program Banyuwangi Hijau. Karena sejumlah infrastruktur pengolahan masih dalam proses penyelesaian, sebagian armada sementara dialihkan untuk memperkuat layanan di Songgon.

“Hari ini serah terima termin satu. Karena infrastrukturnya belum selesai tetapi kendaraannya datang duluan, layanan yang seharusnya masuk ke Kertosari dan Karetan kita alihkan sementara ke Songgon,” jelas Bayu.

Saat ini fasilitas pengolahan sampah di Songgon melayani hingga 75 desa dengan kapasitas pengolahan sekitar 100 ton sampah per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 70 persen merupakan sampah organik dan 30 persen sampah anorganik.

Sampah yang telah dipilah juga diolah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) yang digunakan sebagai bahan bakar alternatif untuk industri. Komposisi produksi RDF disebut menggunakan perbandingan tiga banding satu.

Secara keseluruhan, DLH mencatat timbulan sampah di Kabupaten Banyuwangi mencapai sekitar 900 ton per hari. Dengan jumlah penduduk sekitar 1,8 juta jiwa, pemerintah daerah menargetkan seluruh wilayah Banyuwangi dapat terlayani pengelolaan sampah pada 2027 melalui pembagian zona regional.

Hasil pengolahan sampah juga telah dimanfaatkan sektor industri. Business Development Specialist PT Solusi Bangun Indonesia (SBI), Wahyu, mengatakan perusahaannya menjadi offtaker RDF yang diproduksi Pemkab Banyuwangi.

“Kami di SBI sebagai offtaker RDF. Jadi, kami memanfaatkan RDF yang dibuat sama Pemkab Banyuwangi sebagai alternatif bahan bakar di pabrik semen,” ujar Wahyu.

Kerja sama pemanfaatan RDF tersebut telah berjalan sejak November 2025. Dalam setiap pengiriman, rata-rata sekitar 20 ton RDF dikirim secara berkala untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif di pabrik semen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....