Jagoan Digital Banyuwangi Antar Adam Kandias Raih Juara 3 Dunia
- 19 Jun 2026 01:13 WIB
- Jember
RRI.CO.ID Banyuwangi – Program inkubasi talenta digital Jagoan Digital Banyuwangi kembali membuktikan kontribusinya dalam mencetak generasi muda berprestasi. Alumni Jagoan Digital 2023-2024, Adam Kandias (21), berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan meraih Juara 3 Dunia dalam ajang CanSat Competition 2026 yang digelar di Virginia, Amerika Serikat.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengaku bangga atas capaian Adam Kandias. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi inspirasi bagi generasi muda Banyuwangi untuk terus mengembangkan kemampuan dan berani bersaing di tingkat global.
“Selama ini Jagoan Digital telah melahirkan banyak talenta startup dan teknologi. Prestasi yang diraih Adam menunjukkan bahwa anak-anak Banyuwangi mampu bersaing di level dunia jika diberikan ruang dan kesempatan yang tepat,” kata Ipuk, Kamis 18 Juni 2026.
Ipuk menjelaskan, program Jagoan Digital merupakan bagian dari ekosistem pengembangan talenta muda Banyuwangi yang fokus pada inovasi teknologi, kewirausahaan digital, dan penguatan kemampuan sumber daya manusia di era digital.
Sejumlah alumninya telah diterima bekerja di perusahaan teknologi nasional, seperti Blibli hingga Tarveloka. Selain itu, sejumlah peserta juga berhasil meraih prestasi nasional, mulai dari Top 3 Artificial Intelligence Huawei, Top 10 Wirausaha Kemenpora, hingga penerima beasiswa LPDP ke Columbia University.
Adam Kandias yang akrab disapa Dias merupakan mahasiswa semester empat Program Studi Teknik Komputer di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Ia tergabung dalam tim riset Bamantara EEPISAT yang sukses menembus tiga besar dunia pada kompetisi teknologi satelit mini tersebut.
| Baca juga: Banyuwangi Matangkan Sistem Pilkades Digital |
Menurut Dias, salah satu titik awal perjalanan kariernya di bidang teknologi berawal dari keikutsertaannya dalam program Jagoan Digital saat masih menjadi siswa SMKN 1 Banyuwangi.
“Kalau berbicara mengenai perjalanan saya mungkin cukup panjang hingga ke sini. Namun salah satu titik awalnya adalah ketika mengikuti program Jagoan Digital Banyuwangi,” ujar Dias.
Dias tercatat sebagai peserta Jagoan Digital angkatan 2023-2024 dengan startup bernama Tambalin. Dari program tersebut, ia kemudian mengikuti Banyuwangi Business Academy yang diselenggarakan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Banyuwangi.
Bekal tersebut mendorong Dias melanjutkan pendidikan di PENS dan aktif dalam berbagai penelitian teknologi. Salah satunya bergabung dengan tim Bamantara EEPISAT yang fokus mengembangkan sistem satelit mini dan teknologi kedirgantaraan.
Pada CanSat Competition 2026 yang diselenggarakan oleh American Astronautical Society dengan dukungan NASA, tim Bamantara EEPISAT menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil lolos hingga tahap final bersama 67 tim dari 21 negara.
Dalam kompetisi tersebut, Dias berperan mengembangkan perangkat lunak Ground Control Station (GCS), sistem komunikasi data, serta riset antena yang mendukung misi satelit mini timnya.
“Alhamdulillah seluruh proses tersebut berbuah hasil dengan diraihnya Juara 3 Dunia. Saya bersyukur perjalanan yang dimulai dari ketertarikan pada teknologi, termasuk melalui program Jagoan Digital Banyuwangi, dapat mengantarkan saya mewakili Indonesia di kompetisi internasional,” tutur Dias.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....