Kebakaran di Arak-arak, Perhutani: Total 6 Hektar

  • 14 Agt 2026 11:11 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso - KPH Perhutani Bondowoso mencatat total luasan lahan yang terbakar di Arak-arak, Kecamatan Wringin, mencapai hingga 6 hektar.

Kebakaran yang pada Kamis (13/8/2026) malam itu, terjadi di Desa Sumber Malang, Kecamatan Suboh, Situbondo dan Desa Sumber Canting, Kecamatan Wringin, Bondowoso.

Menurut ADM Perhutani, Misbakhul Munir, Karhutla itu tersebar di tiga titik. Rinciannya yakni di petak 72a1 luas terbakar 1,0 ha, di petak 72 H luas terbakar 3,0 ha, dan petak 72.D luas terbakar 2,0 ha.

"Totalnya 6 hektar," ujarnya dikonfirmasi Jumat, 14 Agustus 2026 pagi.

Ia mengatakan vegetasi yang terbakar di antaranya yakni serasah ranting daun kering. Karena itulah, api begitu cepat merambat. Pihaknya menduka, kebakaran terjadi karena perbuatan orang tak bertanggung jawab.

Beruntung aksi tim gabungan dari Bondowoso-Situbondo menggunakan alat manual seperti gepyok dan dibantu penyemprotan oleh Damkar bisa memadamkan api yang menyebar.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan Pemandangan Arak-Arak, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso, pada Kamis (13/8/2026) malam.

Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP, BPBD, TNI-Polri, serta Pemerintah Kecamatan turun langsung ke lokasi untuk berjibaku memadamkan api di lahan milik Perhutani KPH Bondowoso tersebut.

Kabid Damkar Satpol PP Bondowoso, Vara Teddy, menjelaskan bahwa kebakaran bermula sekitar pukul 17.00 WIB. Petugas dan penjaga objek wisata Pemandangan Arak-Arak sempat berupaya memadamkan api secara manual.

Namun, hingga pukul 18.00 WIB, kobaran api masih terlihat di area tebing sebelah utara. Petugas piket akhirnya menghubungi Mako Damkar Bondowoso.

"Akhirnya (petugas) menghubungi kami," terang Teddy.

Setibanya di lokasi, tim langsung melakukan pemadaman. Petugas juga menyisir area perbatasan Bondowoso–Situbondo yang turut dilaporkan mengalami kebakaran.

"Sampai di lokasi, kami memadamkan satu titik api dengan luasan sekitar 50x60 meter," ungkapnya.

Sementara itu, lanjut Teddy, ada satu titik api lain seluas kurang lebih 30x40 meter yang tidak dapat dijangkau armada. Lokasinya berada di tebing bagian atas, jauh dari jalan raya, serta sulit untuk membentangkan selang.

"Tambah banyak titiknya ini, makin besar," ujar Teddy saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp di tengah proses pemadaman.

Untuk memadamkan karhutla tersebut, Damkar menerjunkan dua unit armada berkapasitas 6.000 liter dan 5.000 liter, dengan total pengisian ulang air sebanyak dua kali. Pemadaman juga dibantu secara manual menggunakan gepyok.

Api berhasil dipastikan padam setelah proses pemadaman berlangsung selama kurang lebih 3 jam. Hingga saat ini, pihak berwenang masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....