Kawah Wurung Kembali Terbakar, Api Menjalar ke Selatan dan Jadi Insiden Ketiga
- 26 Agt 2026 18:48 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso - Kebakaran lahan kembali melanda kawasan objek wisata alam Kawah Wurung, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Rabu, 26 Agustus 2026.
Peristiwa tersebut menjadi insiden kebakaran ketiga yang terjadi di kawasan wisata tersebut dalam beberapa hari terakhir di tengah kondisi musim kemarau.
Camat Ijen Dias Zulkarnaen mengatakan, kobaran api pada Rabu sore masih aktif dan menjalar menyisir vegetasi di kawasan kawah.
“Kondisi api saat ini masih hidup dan menjalar ke arah selatan Kawah Wurung. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD saat ini menyisir area dan mencoba melakukan pemadaman secara manual,” ujar Dias saat dikonfirmasi.
Menurutnya, meski masih terdapat sejumlah titik api, kondisi di lapangan mulai menunjukkan perkembangan positif. Tim gabungan yang bersiaga disebut telah berhasil mengendalikan pergerakan api.
“**Masih belum padam, masih ada titik api. Tapi situasi saat ini sudah mulai terkendali**,” katanya.
Dias membenarkan kebakaran yang terjadi pada Rabu tersebut merupakan insiden ketiga di kawasan objek wisata Kawah Wurung.
“Iya ke tiga kalinya,” ujarnya.
Sebelumnya, kebakaran juga terjadi pada Sabtu, 22 Agustus malam. Saat itu, api melalap hektaran lahan di sekitar kawasan wisata dan sempat menjalar mendekati perkebunan kopi milik warga yang berbatasan langsung dengan area Kawah Wurung.
Api dalam peristiwa tersebut berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.00 WIB setelah tim gabungan dari Perhutani, Polsek, Sub Ramil Ijen, warga dan pihak terkait melakukan pemadaman secara manual serta membuat sekat bakar.
Berulangnya kebakaran membuat kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran lahan di kawasan Ijen semakin ditingkatkan, terlebih kondisi vegetasi yang mengering selama musim kemarau berpotensi mempercepat penyebaran api.
Sebelumnya, Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bondowoso telah menginstruksikan pembersihan vegetasi kering di sekitar fasilitas vital kawasan wisata.
Pembersihan dilakukan di sejumlah titik, seperti menara pandang, musala hingga jalur hiking. Langkah tersebut ditujukan untuk membentuk buffer zone atau zona penyangga agar kobaran api dan bara tidak mudah menjangkau fasilitas wisata yang sebagian besar menggunakan material kayu.
Petugas wisata juga diarahkan membuat sekat pengaman atau sekat bakar serta melakukan pemantauan secara berkala.
Kepala Disparbudpora Bondowoso Gede Budiawan mengatakan, pengamanan fasilitas wisata dari ancaman api menjadi salah satu fokus utama penanganan internal di kawasan Kawah Wurung.
Selain itu, Disparbudpora melakukan evaluasi mingguan dan memperkuat koordinasi lintas sektor dengan Kecamatan Ijen, pemerintah desa, BPBD, Satpol PP, Perhutani hingga pihak Medco.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mengantisipasi potensi kebakaran susulan selama musim kemarau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....