Stabilisasi Harga, Bulog Gelar Pasar Pasar Murah di Sejumlah Kecamata
- 12 Agt 2026 19:00 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso – Perum Bulog Kantor Cabang Bondowoso bersama Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menggelar Operasi Pasar/Gerakan Pasar Murah (GPM) di sejumlah wilayah.
Kegiatan yang berlangsung secara bertahap mulai 11 hingga 20 Agustus 2026 tersebut menyasar masyarakat di berbagai kecamatan. GPM digelar sebagai bentuk sinergi Bulog dan pemerintah daerah untuk menyediakan kebutuhan pangan dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
Pemimpin Cabang Perum Bulog Bondowoso, Eko Yudi Miranto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen Bulog untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan.
“Ini sinergi Bulog dengan DPKP dan Diskoperindag," katanya.
Dalam setiap pelaksanaan GPM, Bulog menyediakan beras SPHP sebanyak 5 ton. Selain itu, masyarakat juga dapat memperoleh sejumlah komoditas pangan lainnya, seperti minyak goreng dan beras premium Sentra Ramos.
Adapun rangkaian pelaksanaan GPM berlangsung di tujuh agenda, yakni pada Selasa (11/8/2026) di Kecamatan Grujugan dan Tamanan, Rabu (12/8) di Kecamatan Curahdami, serta Kamis (13/8) di Kecamatan Wringin dan Taman Krocok.
Selanjutnya, GPM digelar Jumat (14/8) di Kecamatan Tegalampel dan Kecamatan Bondowoso. Kegiatan berlanjut Selasa (18/8) di Kecamatan Sumber Wringin dan Sukosari, Rabu (19/8) di Kecamatan Pujer dan Jambesari, serta Kamis (20/8) di Kecamatan Tenggarang.
Eko berharap masyarakat dapat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memenuhi kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
Menurutnya, Bulog akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam mendukung ketersediaan dan stabilitas pangan di Kabupaten Bondowoso.
"Ke depan, Perum Bulog Kantor Cabang Bondowoso berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan pasokan pangan tetap aman dan terkendali," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....