Ribuan Siswa Banyuwangi Main Permainan Tradisional di Hari Anak
- 25 Jul 2026 12:19 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi – Ribuan siswa TK dan SD memadati Taman Blambangan Banyuwangi untuk mengikuti Festival Memengan Tradisional dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026. Beragam permainan tradisional dimainkan para siswa, mulai dari gobak sodor, engklek, lompat tali, congklak, bekel, egrang, semprongan karet, hingga terompah. Suasana taman dipenuhi keceriaan saat anak-anak berinteraksi dan bermain bersama.
Salah satunya Amelia, siswi kelas VI SDN 1 Segobang, Kecamatan Licin. Bersama tiga temannya, ia mencoba permainan semprongan karet yang sebelumnya hanya diketahui dari cerita orang tuanya.
"Tidak pernah tahu mainan ini. Asyik sih, orang tua saya juga kadang ikut main kalau saya mencoba di rumah. Ibu dulu pernah main ini," ujar Amelia, Sabtu 25 Juli 2026.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan Festival Memengan Tradisional menjadi bagian dari upaya melestarikan permainan warisan leluhur yang sarat nilai pendidikan karakter. Menurutnya, permainan tradisional mengajarkan kerja sama, disiplin, sportivitas, hingga kemampuan menyelesaikan masalah.
"Festival ini merupakan bagian dari upaya Pemkab untuk melestarikan kurikulum pendidikan karakter yang dibangun leluhur yang mengajarkan tentang sosial intelligence, team work, problem solving, disiplin, serta kemampuan berbesar hati saat mengalami kekalahan," kata Ipuk.
Ipuk menambahkan, festival tersebut juga diharapkan menjadi penyeimbang di tengah penggunaan teknologi yang semakin dekat dengan kehidupan anak-anak. Melalui aktivitas bermain bersama, anak-anak didorong lebih aktif bergerak sekaligus membangun interaksi sosial secara langsung.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Alfian, menjelaskan Festival Memengan Tradisional diikuti hampir 1.000 siswa TK dan SD dari 25 kecamatan di Banyuwangi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional 2026.
"Kegiatan ini untuk mengenalkan permainan tradisional pada anak-anak dan melestarikannya," ujar Alfian.
Selain Festival Memengan Tradisional, peringatan Hari Anak Nasional di Banyuwangi juga diisi pameran karya pelajar, lomba story telling, serta Padang Ulanan yang menampilkan kreativitas dan potensi siswa di bidang seni, budaya, dan teknologi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....