Festival Memengan Kurangi Ketergantungan Anak pada Gawai
- 25 Jul 2026 14:14 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memanfaatkan Festival Memengan Tradisional sebagai upaya mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai. Hampir 1.000 siswa TK dan SD dari 25 kecamatan diajak memainkan berbagai permainan tradisional di Taman Blambangan, Sabtu 25 Juli 2026, dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional.
Beragam permainan tradisional dimainkan para peserta, seperti gobak sodor, engklek, lompat tali, congklak, bekel, egrang, semprongan karet, hingga terompah. Selain menghadirkan suasana penuh keceriaan, permainan tersebut menjadi sarana membangun interaksi sosial dan aktivitas fisik anak-anak.
Salah satunya Amelia, siswi kelas VI SDN 1 Segobang, Kecamatan Licin. Bersama tiga temannya, ia mencoba permainan semprongan karet yang sebelumnya hanya dikenalnya dari cerita orang tuanya.
"Tidak pernah tahu mainan ini. Asyik sih, orang tua saya juga kadang ikut main kalau saya mencoba di rumah. Ibu dulu pernah main ini," ujar Amelia, Sabtu 25 Juli 2026.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan Festival Memengan Tradisional menjadi bagian dari upaya menanamkan pendidikan karakter sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak untuk beraktivitas di luar penggunaan gawai.
Menurutnya, permainan tradisional mengajarkan nilai kerja sama, sportivitas, disiplin, kemampuan memecahkan masalah, hingga sikap menerima kekalahan dengan lapang dada. Nilai-nilai tersebut penting untuk membentuk karakter anak sejak dini.
"Teknologi tidak bisa kita hindarkan dari anak-anak. Namun kita bisa mencari penyeimbang agar teknologi tidak sampai merusak karakter mereka. Salah satunya, dengan diberikan ruang berinteraksi semacam ini," kata Ipuk.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Alfian, menjelaskan Festival Memengan Tradisional digelar sebagai rangkaian Hari Anak Nasional 2026. Kegiatan tersebut diikuti hampir 1.000 siswa TK dan SD dari seluruh kecamatan di Banyuwangi.
"Kegiatan ini untuk mengenalkan permainan tradisional pada anak-anak dan melestarikannya," ujar Alfian.
Selain Festival Memengan Tradisional, peringatan Hari Anak Nasional di Banyuwangi juga diisi dengan pameran karya pelajar, lomba story telling, dan Padang Ulanan yang menampilkan kreativitas siswa di bidang seni, budaya, serta inovasi teknologi. Melalui berbagai kegiatan tersebut, Pemkab Banyuwangi berharap anak-anak dapat tumbuh seimbang, memanfaatkan teknologi secara bijak tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya dan interaksi sosial.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....