DPRD Bondowoso: Tim Evakuasi Piramid Layak Dapat Penghargaan

  • 10 Agt 2026 12:22 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso — Ketua DPRD Kabupaten Bondowoso, H. Ahmad Dhafir, mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso memberikan penghargaan kepada seluruh tim gabungan yang terlibat dalam proses evakuasi dua pendaki yang ditemukan meninggal dunia di Gunung Piramid, Kelurahan/Kecamatan Curahdami.

Ahmad Dhafir menilai dedikasi, keberanian, dan kerja keras petugas serta relawan dalam menjalankan misi kemanusiaan tersebut layak mendapatkan apresiasi.

" Terlebih, proses evakuasi berlangsung di kawasan dengan medan ekstrem dan memiliki tingkat risiko tinggi, " katanya, Senin, 10 Agustus 2026.

Menurutnya, kondisi medan Gunung Piramid yang terjal dan berbahaya tidak menyurutkan semangat tim gabungan untuk mengevakuasi kedua korban dan membawa jenazahnya kepada pihak keluarga.

Ia menegaskan, penghargaan resmi dari Pemkab Bondowoso layak diberikan sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan para petugas dan relawan yang telah bekerja tanpa kenal lelah di lapangan.

" Penghargaan itu, juga dapat menjadi simbol terima kasih atas jiwa kemanusiaan serta pengorbanan yang ditunjukkan selama proses pencarian hingga evakuasi korban," lanjut Dhafir.

Selain mendorong pemberian penghargaan, pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PKB Bondowoso tersebut mengimbau masyarakat, khususnya para pecinta alam, untuk selalu mengutamakan keselamatan dan mematuhi prosedur pendakian.

Ia berharap tragedi di Gunung Piramid menjadi evaluasi bersama untuk meningkatkan pengawasan dan tata kelola kawasan wisata alam yang memiliki tingkat risiko tinggi di Kabupaten Bondowoso.

Untuk diketahui, proses evakuasi dua korban melibatkan ratusan personel gabungan dari berbagai unsur, di antaranya Basarnas, TNI, Polri, BPBD Kabupaten Bondowoso, PMI, organisasi potensi SAR, serta relawan lokal.

Tim gabungan harus menghadapi medan yang terjal, berbatu dan licin, serta dikelilingi jurang curam di kedua sisi jalur. Kondisi cuaca ekstrem dan jarak pandang yang terbatas turut menambah tingkat kesulitan proses evakuasi.

Dengan menggunakan peralatan keselamatan khusus dan teknik vertical rescue, tim membutuhkan waktu berjam-jam untuk mengangkat dan menandu jenazah dari lokasi di jurang menuju posko utama.

Koordinasi antarunsur di lapangan menjadi salah satu faktor penting dalam proses evakuasi hingga kedua korban berhasil dibawa ke fasilitas kesehatan setempat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....