Kebakaran Bromo Meluas ke Lumajang, Api Mulai Padam
- 10 Agt 2026 11:57 WIB
- Jember
Poin Utama
- Kebakaran Bromo
- TNBTS
RRI.CO.ID: Kebakaran kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang meluas hingga wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mulai berhasil dikendalikan. Titik kebakaran di kawasan antara Desa Ranupani dan Desa Argosari, Kecamatan Senduro, kini dilaporkan sudah padam.
Operator Pusdalops Lumajang, Rosyid, dalam program Halo RRI 10 Agustus 2026 mengatakan saat ini tim gabungan masih melakukan pembasahan di sejumlah titik untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang kembali muncul. “Untuk giat hari ini tinggal pembasahan guna memastikan titik api benar-benar sudah mati,” ujar Rosyid.
Menurutnya, lokasi kebakaran berjarak sekitar tujuh kilometer dari kawasan permukiman. Kondisi tersebut membuat api sejauh ini tidak mengancam langsung permukiman warga.
Selain pemadaman melalui jalur darat, penanganan kebakaran juga dilakukan melalui dukungan udara. Sebanyak tiga helikopter dikerahkan, masing-masing dua unit dari BNPB dan satu unit dari BPBD Provinsi Jawa Timur.
Sementara itu, BPBD dari sejumlah kabupaten yang berada di sekitar kawasan juga berkolaborasi melakukan sekat bakar untuk mencegah api merambat ke wilayah lain.
Rosyid menyebut salah satu kendala dalam pemadaman melalui udara adalah lokasi pengambilan air. Berdasarkan keputusan tim gabungan, pengisian air untuk helikopter dilakukan di Ranupani, yang berjarak sekitar tujuh kilometer dari titik api. “Untuk titik pengambilan airnya kita mengambil di Ranupani. Itu jarak dari titik api menuju ke Ranupani sekitar tujuh kilometer,” katanya.
Jalur Lumajang-Malang Kembali Normal
Kebakaran sebelumnya sempat berdampak terhadap akses transportasi Lumajang-Malang melalui Ranupani. Jalur tersebut sempat ditutup selama beberapa hari karena kondisi di sekitar kawasan kebakaran.
Namun, saat ini arus lalu lintas telah kembali normal.
Rosyid mengatakan, untuk luasan area yang terbakar di wilayah Lumajang, pihaknya masih menunggu perhitungan dari pengelola kawasan TNBTS. Hingga kini, luasan riil kebakaran belum dapat dipastikan.
Kondisi asap juga relatif tidak terlihat secara signifikan. Angin kencang di kawasan pegunungan membuat kepulan asap cepat menghilang sehingga pemantauan visual menjadi salah satu tantangan bagi petugas.
Api Terdeteksi Sejak Awal Agustus
Berdasarkan laporan Pusdalops, kebakaran pertama kali terdeteksi pada Senin, 3 Agustus 2026, di kawasan perbatasan Kabupaten Lumajang dan Probolinggo.
Penanganan awal dilakukan oleh tim dari Kabupaten Probolinggo dan Pasuruan dengan dukungan personel BPBD Provinsi Jawa Timur.
Sementara di wilayah Lumajang, titik api mulai terpantau pada Kamis, 6 Agustus 2026. Personel kemudian langsung dikerahkan untuk melakukan penanganan.
Mulai Jumat hingga saat ini, proses pemadaman diperkuat dengan tiga unit helikopter untuk menjangkau titik-titik api di kawasan yang sulit diakses melalui jalur darat.
Rosyid memastikan hingga saat ini tidak ada korban jiwa akibat kebakaran tersebut.
Meski api telah berhasil dipadamkan, petugas masih disiagakan di kawasan terdampak untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api. Masyarakat juga diimbau tidak mendekati kawasan yang telah terbakar maupun wilayah yang masih berpotensi mengalami kebakaran.
Di sisi lain, pihak TNBTS untuk sementara menutup kawasan wisata Gunung Bromo. Wisatawan yang telah melakukan pemesanan tiket dapat melakukan penjadwalan ulang hingga kawasan wisata kembali dibuka.
Tim gabungan hingga kini masih melakukan pemantauan dan pembasahan untuk memastikan kebakaran benar-benar terkendali serta mencegah munculnya kembali titik api.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....