Petugas Gabungan Padamkan Api di Gunung Bromo Melalui Darat dan Udara
- 07 Agt 2026 17:04 WIB
- Jember
RRI.CO.ID Lumajang- Pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang bersama instansi lain terkait TNBTS mengerahkan 2 unit pesawat jenis Capung untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, saat dikonfirmasi RRI pada Kamis, 7 Agustus 2026, mengatakan pengerahan pesawat water bombing tersebut dilakukan karena luas kebakaran terus bertambah dan dikawatirkan merambah wilayah Lumajang.
"Pengerahan dua Capung dilakukan untuk melakukan pemadaman api yang terus membakar kawasan hutan di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang semakin meluas," ujar Isnugroho Jumat 07 Agustus 2026
Menurutnya, fokus utama operasi udara saat ini adalah wilayah Jantur dan sekitarnya yang berada di dalam kawasan TNBTS. Proses pengambilan air untuk kebutuhan pemadaman telah dilakukan sejak dikerahkannya pesawat.
"Proses pengambilan air untuk penanganan Karhutla kawasan TNBTS Jantur dan sekitarnya dilakukan dan diharapkan mampu menyelesaikan persoalan kebakaran hutan," jelasnya.
Kalaksa BPBD Lumajang juga menyampaikan, Helikopter water bombing adalah bantuan yang diberikan oleh BNPB setalah melakukan peninjauan di lapangan, pengalaman sebelumnya cukup dikerahkan 2 helikopter demikian yang disampaikan kepala BNPB jendral Suharyanto
Untuk saat ini api masih belum bisa dipadamkan total dari lereng jantur mengarah ke Argosari (B29) dengan kirka jarak 3-4 km dari lahan milik masyarakat.
"Personil BPBD Lumajang hari ini 7 Agustus 2026 sebanyak 1 regu bersama jajaran lainnya melakukan pemadaman dan membuat sekat api agar api tidak merambat ke pemukiman atau lahan pertanian masyarakat," Tuturnya
Hingga berita ini diturunkan, BPBD Lumajang bersama tim gabungan masih melakukan pemantauan dan upaya pemadaman baik dari udara maupun darat. Belum ada keterangan resmi terkait luas area yang terdampak dan penyebab kebakaran.
Petugas mengimbau masyarakat di sekitar lereng Semeru untuk tetap waspada terhadap dampak asap dan menghindari aktivitas di kawasan hutan selama proses pemadaman berlangsung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....