UNEJ Latih Pemuda Desa Jambearum Terapkan Pertanian Berkelanjutan
- 07 Agt 2026 21:20 WIB
- Jember
RRI.CO.ID - Jember, Universitas Jember (UNEJ) menggelar sosialisasi dan pelatihan pertanian berkelanjutan bagi pemuda Desa Jambearum, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember pada Sabtu 1 Agustus 2026. Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Pengabdian Desa Binaan ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi pertanian sekaligus mendorong regenerasi petani di desa.
Desa Jambearum memiliki potensi pertanian yang besar dengan mayoritas penduduk berprofesi sebagai petani dan buruh tani. Selain didukung lahan produktif berupa sawah, pekarangan, dan perkebunan, desa ini dinilai memiliki peluang untuk mengembangkan sistem pertanian berkelanjutan agar produktivitas lahan semakin optimal.
Melalui program yang didanai Universitas Jember tersebut, sebanyak 25 pemuda Desa Jambearum mengikuti pelatihan yang juga dihadiri Sekretaris Desa, penyuluh pertanian, dan ketua kelompok tani. Pemerintah desa menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai dapat meningkatkan minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.
Sekretaris Desa Jambearum, Suhebbudin, mengatakan minat pemuda untuk menjadi petani terus menurun karena banyak yang memilih merantau ke luar daerah. "Jumlah pemuda desa yang berminat terjun ke pertanian semakin menurun, banyak yang merantau ke luar daerah," ujarnya.
Ia berharap pelatihan tersebut mampu mendorong pemuda Desa Jambearum untuk berinovasi dan mengembangkan potensi pertanian di wilayahnya.
Program pengabdian ini diketuai Ir. Vega Kartika Sari, S.P., M.Sc. dari Program Studi Agronomi Universitas Jember bersama tim yang terdiri atas Ir. Basuki, S.P., M.Sc., Dr. Halimatus Sa'diyah, dan Ir. Ahmad Ilham Tanzil, S.P., M.P., serta melibatkan mahasiswa dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Materi pelatihan meliputi pemetaan kesuburan tanah menggunakan Geographic Information System (GIS), praktik pemeriksaan kesuburan tanah menggunakan soil tester meter, serta pelatihan pengembangan agen hayati Trichoderma sebagai pengendali penyakit tanaman yang ramah lingkungan.
Anggota tim pengabdian, Ir. Basuki, S.P., M.Sc., menjelaskan bahwa petani dapat melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi tanah secara mandiri menggunakan alat sederhana. "Pengecekan kesuburan tanah secara cepat dapat dilakukan sendiri dengan bantuan soil tester meter. Alat ini memberikan informasi mengenai tingkat kesuburan, kelembapan tanah, dan pH. Namun, untuk mengetahui kandungan unsur hara secara lebih rinci tetap perlu dilakukan pengujian di laboratorium. Yang terpenting adalah bagaimana petani dapat menjaga kesuburan tanah yang dimiliki," katanya.
Sementara itu, Ir. Ahmad Ilham Tanzil, S.P., M.P., menjelaskan bahwa Trichoderma merupakan mikroorganisme yang efektif menekan perkembangan patogen penyebab penyakit tanaman, seperti layu Fusarium. "Penggunaan agen hayati ini sangat efektif untuk pencegahan penyakit tanaman jika diaplikasikan sejak awal tanam," ujarnya.

Pelaksanaan kegiatan mendapat respons positif dari peserta. Ketua Kelompok Tani Tani Setia, H. Amiruddin, mengaku materi yang disampaikan mudah dipahami dan bermanfaat bagi petani. "Materi-materi yang diberikan pada kegiatan ini sangat menarik. Peserta juga antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat lebih sering dilaksanakan," katanya.
Ketua tim pengabdian, Vega Kartika Sari, berharap pendampingan kepada masyarakat dapat terus berlanjut sehingga petani semakin mandiri dalam menerapkan pertanian yang ramah lingkungan. "Harapan kami, peserta dapat mengimplementasikan materi yang telah diperoleh. Tim pengabdian siap terus mendampingi Desa Jambearum sebagai desa binaan Universitas Jember," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....