Kebakaran Kawah Wurung, Disparbudpora Pastikan Fasilitas Tidak Terdampak

  • 24 Agt 2026 16:45 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso — Kebakaran kembali terjadi di kawasan wisata Kawah Wurung, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Hingga kini, tercatat sudah tiga kali kebakaran terjadi di kawasan tersebut, yang seluruhnya berlangsung pada sore hari.

Hingga saat ini, tidak ada fasilitas wisata yang terdampak kebakaran. Namun, Disparbudpora tetap meningkatkan kewaspadaan karena kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di sejumlah kawasan lain.

Kepala Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso, Gede Budiawan, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan Pemerintah Desa Kalianyar untuk mengantisipasi potensi kebakaran di kawasan wisata Ijen, termasuk Kawah Wurung.

Menurutnya, kebakaran terakhir berhasil dipadamkan secara manual dengan memanfaatkan daun akasia. Sementara bantuan dari Medco lebih difokuskan pada upaya mitigasi di sekitar jalur pengamanan pipa perusahaan.

"Untuk kami fokus kepada pemadaman api di area kami di seluruh Kawah Wurung, terutama yang mendekati fasilitas," kata Gede saat dikonfirmasi, Senin, 24 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, sejumlah fasilitas wisata di Kawah Wurung seperti menara pandang, jalur hiking, dan musala menjadi prioritas pengamanan. Sebab, bangunan tersebut menggunakan material kayu dan bersifat tidak permanen sehingga dinilai rentan apabila api mendekat.

Disparbudpora kini melakukan pembersihan vegetasi kering di sekitar fasilitas untuk membuat area penyangga. Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah api menjalar ke bangunan apabila kembali terjadi kebakaran.

Gede menyebut evaluasi kondisi kawasan dilakukan secara rutin setiap pekan. Langkah itu dilakukan mengingat musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga September.

"Setiap Minggu kita evaluasi ke sana, terutama kaitannya dengan fasilitas-fasilitas kami yang ada di sana," ujarnya.

Selain Kawah Wurung, informasi mengenai titik api di kawasan Ijen juga diterima dari pemangku kepentingan setempat. Beberapa hari lalu, Kepala Desa Kalianyar melaporkan adanya titik api yang terlihat dari kawasan Bukit Kabare.

Menurut Gede, penanganan titik api di tengah hutan membutuhkan tenaga dan waktu karena lokasi sulit dijangkau. Karena itu, pihaknya berkoordinasi dengan Perhutani, Medco, BPBD, Damkar, serta pemangku wilayah setempat.

Pada kejadian terakhir, api yang sempat membesar akhirnya dapat dikendalikan sekitar pukul 19.50 WIB.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....