Dua Nelayan Korban KLM Pantes Masih Hilang, Operasi SAR Ditutup
- 25 Agt 2026 22:10 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Tim SAR Gabungan kembali melakukan pencarian terhadap dua nelayan yang masih hilang dalam kecelakaan KLM Pantes di Perairan Paseban, Kabupaten Jember.
Memasuki hari ketujuh operasi, Selasa (25/8/2026), pencarian melalui laut dan penyisiran garis pantai belum membuahkan hasil hingga akhirnya Tim SAR mengusulkan operasi dihentikan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, mengatakan pencarian hari ketujuh dimulai pukul 07.00 WIB, dengan melibatkan sejumlah unsur SAR.
Tim kembali menyisir permukaan laut menggunakan jukung nelayan serta melakukan penyisiran garis pantai dari Pantai Paseban hingga Maleman dengan jarak sekitar 15 kilometer.
“Tim SAR melakukan pencarian visual di permukaan laut menggunakan jukung nelayan, sementara tim lainnya menyisir garis pantai dari Paseban hingga Maleman,” ujarnya.
KLM Pantes sebelumnya mengalami kecelakaan setelah dihantam ombak saat perjalanan pulang usai mencari ikan, pada Rabu (19/8) dini hari. Kapal tersebut membawa lima nelayan.
Dari lima orang tersebut, satu korban, Samino (65), warga Desa Bagon, Kecamatan Puger, ditemukan selamat.
Dua korban meninggal dunia, yakni Sahwiyanto (46), warga Desa Puger Wetan, dan Moh. Sholihin (34), warga Desa Mojosari, Kecamatan Puger.
Sementara dua nelayan lainnya, Mujai (58) dan Samsul (45), keduanya warga Desa Mojosari, Kecamatan Puger, masih belum ditemukan.
Setelah pencarian hari ketujuh berakhir sekitar pukul 17.30 WIB, Tim SAR Gabungan melakukan evaluasi bersama keluarga korban. Hasilnya, pencarian kembali dinyatakan nihil.
“Setelah tujuh hari pencarian, hasil pencarian hari ini nihil dan belum ditemukan tanda-tanda keberadaan dua korban yang masih hilang,” katanya.
Selama operasi, pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tim Rescue Pos SAR Jember, BPBD, Polair, TNI-Polri, Pos AL Puger, relawan, perangkat desa, organisasi komunikasi, PMI, FISIP UNEJ, serta nelayan setempat.
Tim SAR menilai operasi pencarian selama tujuh hari sudah tidak efektif untuk dilanjutkan, karena area pencarian semakin luas dan tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan kedua korban.
Atas pertimbangan tersebut, operasi SAR diusulkan untuk dihentikan dan ditutup. Meski demikian, upaya pencarian masih dapat dibuka kembali apabila nantinya terdapat informasi atau tanda-tanda baru terkait keberadaan kedua korban.
“Apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda atau informasi mengenai keberadaan korban, maka kami akan segera melakukan evakuasi dan operasi SAR dapat dibuka kembali,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....