Dua Pendaki Gunung Piramid Bondowoso Dilaporkan Hilang Kontak

  • 04 Agt 2026 11:07 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso – Dua pendaki Gunung Piramid di Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, dilaporkan hilang kontak (lost contact) setelah melakukan pendakian sejak Minggu (2/8/2026). Tim gabungan langsung bergerak melakukan asesmen awal dan penyisiran jalur pendakian untuk mencari keberadaan keduanya.

Kapolsek Curahdami AKP Muktamar membenarkan adanya laporan tersebut. Menurutnya, pada Senin malam sejumlah personel dari Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) telah diberangkatkan menuju Pos 1 Gunung Piramid guna melakukan pencarian awal.

"Benar. Tadi malam sudah berangkat beberapa orang teman-teman dari APGI naik ke Pos 1," kata Muktamar, Selasa 4 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, tim melakukan asesmen awal sekaligus penyisiran di sepanjang rute pendakian. Meski pencarian pada malam hari memiliki keterbatasan, hasil asesmen diharapkan menjadi dasar dalam menentukan langkah pencarian berikutnya.

"Namun dari asesmen awal tersebut dapat jadi rujukan untuk menentukan langkah selanjutnya," ujarnya.

Berdasarkan data di Posko Kantor Kecamatan Curahdami, pendaki yang dilaporkan hilang kontak adalah Maliya Finda (51), warga Surabaya, bersama seorang pemandu lokal bernama Erfan (35), warga Desa Traktakan, Kecamatan Wonosari, Bondowoso.

Sementara itu, informasi yang dihimpun dari base camp pendakian di Dusun Tegal Tengah, Curahdami, menyebutkan keduanya memulai pendakian pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 07.00 WIB.

Sebelum mendaki, mereka menitipkan sepeda motor Yamaha NMAX berwarna merah bernomor polisi P-2938-ES di rumah salah seorang warga setempat.

Kecurigaan muncul ketika hingga Senin (3/8/2026) sekitar pukul 17.30 WIB kendaraan tersebut belum juga diambil. Padahal, jalur pendakian Gunung Piramid umumnya dapat ditempuh dengan sistem tektok atau naik-turun dalam waktu sekitar delapan jam.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih melakukan upaya pencarian dan penyisiran untuk memastikan keberadaan kedua pendaki tersebut. Aparat mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi serta menunggu informasi resmi dari tim pencarian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....