PSMTI Bondowoso Rangkul 50 UMKM Lintas Budaya
- 13 Sep 2026 17:42 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso – Semangat toleransi dan kebersamaan lintas budaya diwujudkan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Bondowoso melalui kegiatan bertajuk To The Come One. Kegiatan yang digelar di halaman salah satu pusat perbelanjaan di Kelurahan Nangkaan, Bondowoso, Sabtu (12/9/2026), tersebut berlangsung selama 10 hari hingga 21 September 2026.
To The Come One memadukan kekayaan budaya Tionghoa dengan budaya lokal Bondowoso dalam satu ruang kebersamaan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wadah pemberdayaan ekonomi dengan melibatkan 50 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Ketua PSMTI Bondowoso, Immanuel, mengatakan kegiatan tersebut memiliki makna tentang penyatuan dua kebudayaan yang hidup berdampingan di tengah masyarakat.
Sekitar 40 persen dari 50 UMKM yang terlibat menyajikan produk khas Tionghoa, sedangkan mayoritas lainnya merupakan UMKM pribumi lokal Bondowoso.
Menurutnya, keberagaman produk dan pelaku UMKM menjadi gambaran nyata semangat toleransi yang ingin dibangun melalui kegiatan tersebut.
Untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat yang berkunjung, seluruh sajian makanan yang dijual dalam kegiatan tersebut dipastikan 100 persen halal.
“Melalui kegiatan ini, kita bersama-sama berkembang dan membantu rekan-rekan UMKM yang ada di Bondowoso,” ujar Immanuel.
Ia menambahkan, semangat toleransi PSMTI Bondowoso selama ini tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan budaya, tetapi juga dalam berbagai aksi sosial untuk masyarakat.
PSMTI Bondowoso di antaranya aktif memberikan bantuan kepada korban kebakaran, melaksanakan program bedah rumah, serta berbagi dengan penghuni panti jompo.
Kontribusi sosial tersebut juga dilakukan dalam lingkup lebih luas, termasuk pembangunan jembatan gantung di Arjasa dan Jember Dukurambi.
“To The Come One menjadi momentum memperkuat sinergi dan kepedulian sosial,” pungkasnya.
Immanuel berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang berkelanjutan untuk memperkuat toleransi dan kolaborasi lintas budaya sekaligus memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM di Bondowoso.
Ia memperkirakan perputaran ekonomi selama kegiatan berlangsung selama 10 hari dapat mencapai ratusan juta rupiah, seiring banyaknya UMKM yang terlibat dan masyarakat yang datang berkunjung.
“Kami perkirakan selama 10 hari perputaran ekonominya bisa mencapai ratusan juta. Banyaknya UMKM dan pengunjung,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....