Pertengahan 2026, BPBD Bondowoso Catat 195 Bencana

  • 31 Jul 2026 13:25 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso mencatat sebanyak 195 kejadian bencana terjadi selama Januari hingga Juni 2026. Jumlah tersebut menunjukkan tren peningkatan dibandingkan periode sebelumnya dan didominasi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, cuaca ekstrem, kekeringan, hingga kebakaran hutan dan lahan.

Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengatakan bencana hidrometeorologi masih menjadi ancaman terbesar di Bondowoso. Secara nasional, jenis bencana tersebut juga mendominasi hingga sekitar 99 persen dari seluruh kejadian bencana.

"Di Bondowoso sendiri, tahun 2025 tercatat ada 351 kejadian bencana. Artinya hampir setiap dua hari sekali terjadi bencana. Sementara hingga Juni 2026 sudah tercatat 195 kejadian. Ini menunjukkan tantangan ke depan diprediksi semakin meningkat," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat, 31 Juli 2026.

Menurut Kristianto, kondisi tersebut tidak dapat dihindari karena dipengaruhi perubahan iklim yang memicu cuaca ekstrem, banjir, maupun kekeringan. Oleh karena itu, upaya yang harus dilakukan adalah meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat serta memperkuat langkah mitigasi.

BPBD, lanjutnya, terus mengedukasi masyarakat agar memiliki kesadaran terhadap pengurangan risiko bencana.

" Salah satunya melalui pembiasaan mengelola dan memilah sampah sejak usia sekolah sebagai langkah sederhana yang berdampak besar terhadap lingkungan," urainya.

Selain edukasi, BPBD juga memperkuat kesiapan sarana dan prasarana. Memasuki musim kemarau, BPBD menyiapkan berbagai peralatan penanganan kebakaran lahan, tangki air, hingga armada distribusi air bersih untuk daerah terdampak kekeringan.

Di sisi lain, upaya mitigasi juga dilakukan melalui kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah. Di antaranya pembangunan sumur bor di wilayah rawan kekeringan serta normalisasi saluran drainase dan peningkatan kapasitas tampungan air menjelang musim hujan.

Kristianto menegaskan seluruh langkah tersebut diarahkan agar penanganan bencana dilakukan secara terencana, terukur, dan berkelanjutan sehingga risiko yang ditimbulkan dapat ditekan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....