Polije Kembangkan Teknologi Produksi Dodol Buah Naga Banyuwangi

  • 23 Jul 2026 21:07 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Banyuwangi – Politeknik Negeri Jember (Polije) mengembangkan inovasi teknologi untuk meningkatkan kapasitas produksi dodol buah naga di UMKM Gandrung Banyuwangi, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran. Inovasi tersebut berupa pemanfaatan tepung buah naga sebagai bahan baku alternatif serta mesin pengaduk otomatis untuk mempercepat proses produksi.

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) itu dipimpin Findi Citra Kusumasari bersama Emi Kurniawati dan Mohammad Edwinsyah Yanuan Putra. Inovasi yang diterapkan bertujuan menjawab kendala pelaku UMKM dalam menjaga ketersediaan bahan baku sekaligus meningkatkan efisiensi produksi.

Selama ini, proses pembuatan dodol masih mengandalkan pengadukan secara manual yang membutuhkan tenaga dan waktu cukup lama. Selain itu, ketersediaan buah naga segar juga bergantung pada musim panen sehingga memengaruhi keberlanjutan produksi.

Ketua tim PkM Polije, Findi Citra Kusumasari, mengatakan inovasi tersebut disusun berdasarkan kebutuhan mitra agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

"Transformasi sistem produksi tidak hanya dilakukan melalui modernisasi peralatan, tetapi juga dimulai dari inovasi pada bahan baku. Pemanfaatan tepung buah naga memberikan fleksibilitas dalam proses produksi, sedangkan mesin pengaduk otomatis mampu meningkatkan efisiensi kerja, menjaga konsistensi kualitas produk, dan mengurangi beban kerja pelaku UMKM," ujarnya, Kamis (23/7/2026).

Selain menyerahkan mesin pengaduk otomatis, tim Polije juga memberikan pendampingan kepada pelaku usaha mengenai pengoperasian mesin, penggunaan tepung buah naga, serta penerapan proses produksi yang lebih efisien dan higienis.

Pemilik UMKM Gandrung Banyuwangi, Krismina Dewi, menyambut baik inovasi tersebut. Menurutnya, penggunaan tepung buah naga dan mesin pengaduk otomatis membantu menjaga kontinuitas produksi sekaligus meningkatkan kapasitas usaha tanpa mengubah cita rasa produk.

"Penggunaan tepung buah naga sebagai bahan baku alternatif dan hadirnya mesin pengaduk dodol otomatis memberikan solusi untuk menjaga kontinuitas produksi, mengurangi waktu pengolahan, serta meningkatkan kapasitas produksi tanpa mengurangi cita rasa khas dodol buah naga," kata Krismina.

Program tersebut didukung Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui platform BIMA Tahun Anggaran 2026. Melalui kolaborasi ini, hasil riset perguruan tinggi diharapkan dapat diterapkan langsung oleh pelaku UMKM untuk meningkatkan daya saing produk olahan lokal.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....