Dishub Bondowoso Survei Jalur Ijen, Inventarisasi Kebutuhan Rambu hingga PJU

  • 22 Jul 2026 15:51 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bondowoso melakukan survei jalur menuju kawasan Ijen, mulai dari Desa Gardu Atak, Kecamatan Tapen, hingga Paltuding, Kecamatan Ijen, Rabu, 22 Juli 2026.

Survei tersebut dilakukan untuk menginventarisasi kebutuhan sarana keselamatan lalu lintas, mulai dari rambu, marka jalan, hingga penerangan jalan umum (PJU).

Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Bondowoso, Rubiyanto, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melintas menuju kawasan Ijen.

Menurutnya, kawasan Ijen merupakan salah satu destinasi wisata nasional sehingga aspek keselamatan dan kelengkapan infrastruktur lalu lintas perlu menjadi perhatian.

"Kami sebagai Dinas Perhubungan akan menginventarisasi ulang rambu dan marka, termasuk kebutuhan yang perlu dicukupi," ujar Rubiyanto.

Selain melakukan pendataan sarana dan prasarana, Dishub juga akan memberikan edukasi kepada pengendara kendaraan bak terbuka atau pikap yang digunakan untuk mengangkut pekerja menuju kawasan Ijen.

Rubiyanto menilai penggunaan kendaraan tersebut perlu menjadi perhatian karena sebagian kendaraan mengangkut penumpang dengan muatan berlebih atau overload. Kondisi bak kendaraan yang dinilai belum representatif juga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, termasuk kendaraan terguling.

"Kalau kami menemukan pengendara pikap yang digunakan untuk mengangkut pekerja, nanti kami ingatkan agar tetap memperhatikan ambang batas muatan supaya tidak terjadi kecelakaan," katanya.

Ia menjelaskan, belum tersedianya angkutan umum menuju kawasan Ijen menjadi salah satu faktor pekerja menggunakan kendaraan seperti Grand Max untuk menuju wilayah tersebut. Namun, penggunaan kendaraan dengan muatan berlebih tetap dinilai membahayakan keselamatan penumpang.

Di sisi lain, Dishub Bondowoso telah memasukkan kawasan Ijen sebagai salah satu wilayah rawan kecelakaan. Hal tersebut merupakan hasil kesepakatan forum lalu lintas yang juga menetapkan kawasan Arak-Arak sebagai lokasi rawan kecelakaan di Bondowoso.

Dengan status tersebut, Dishub Bondowoso akan menginventarisasi seluruh kebutuhan sarana dan prasarana keselamatan lalu lintas untuk kemudian diusulkan kepada pemerintah pusat.

"Karena sudah masuk kategori rawan kecelakaan, nanti kami akan inventarisasi semuanya untuk diajukan ke pusat," jelasnya.

Rubiyanto menyebut, pengusulan bantuan ke pemerintah pusat diperlukan untuk melengkapi sarana dan prasarana yang belum tersedia di jalur menuju kawasan Ijen. Keterbatasan anggaran daerah menjadi salah satu kendala dalam pemenuhan seluruh kebutuhan tersebut.

Adapun kebutuhan yang akan diusulkan antara lain PJU, rambu-rambu lalu lintas, marka jalan, serta rambu petunjuk arah. Pengusulan serupa juga akan dilakukan untuk kawasan Arak-Arak yang telah ditetapkan sebagai salah satu lokasi rawan kecelakaan.

Sementara itu, terkait kewenangan jalan menuju kawasan Ijen, Rubiyanto menjelaskan terdapat pembagian kewenangan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.

Dishub Bondowoso sebelumnya telah memenuhi sejumlah kebutuhan rambu di ruas jalan kabupaten menuju kawasan Ijen. Namun, dengan keterbatasan anggaran, pemenuhan sarana prasarana secara menyeluruh masih membutuhkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

"Termasuk PJU, rambu, marka, dan rambu-rambu petunjuk nanti kami usulkan semuanya ke pusat. Untuk yang di Arak-Arak juga akan kami usulkan," pungkas Rubiyanto.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....