DJKA Uji Fungsi Dua Jembatan Baru di Lintas Jember–Kalisat
- 06 Agt 2026 07:19 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan melakukan uji fungsi dua jembatan kereta api baru di petak Arjasa–Kotok, lintas Jember–Kalisat, Rabu (5/8/2026).
Pengujian dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur dalam mendukung perjalanan kereta api yang lebih aman, andal, dan nyaman.
Humas Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya DJKA, Alfaviega Septian Pravangasta, mengatakan pengujian dilakukan terhadap Jembatan BH 307 dan BH 312 yang telah ditingkatkan dengan standar konstruksi yang lebih modern.
Selain membangun dua jembatan baru, DJKA juga melakukan peningkatan jalur rel dengan mengurangi tikungan tajam sehingga mendukung operasional kereta api secara lebih optimal.
“Jembatan yang sebelumnya masih menggunakan pilar di bagian tengah kini telah ditingkatkan dengan konstruksi yang lebih modern, seperti yang diterapkan di lintas lain di Pulau Jawa. Harapannya dapat meningkatkan kapasitas lintas sekaligus mendukung perjalanan kereta api,” ujarnya.
Menurutnya, pengujian dilakukan melalui dua tahapan, yakni uji dinamis dan uji statis. Pada uji dinamis, kereta dijalankan hingga kecepatan operasional maksimum di lintas tersebut, yaitu 70 kilometer per jam, untuk mengukur tingkat getaran jembatan.
Sementara pada uji statis, dua lokomotif milik DJKA dengan total beban sekitar 185 ton ditempatkan di beberapa posisi di atas jembatan guna mengukur tingkat kelendutan konstruksi.
“Dari hasil itu kami dapat menghitung apakah jembatan sudah sesuai dengan standar yang diharapkan. Target kami, jembatan ini dapat bertahan selama 50 hingga 60 tahun,” katanya.
Meski dalam pengujian dinamis kereta dapat melaju hingga 130–140 kilometer per jam di lintas lurus, kecepatan operasional di Jembatan BH 307 tetap dibatasi maksimal 70 kilometer per jam karena masih terdapat tikungan di sisi barat jalur.
Sementara itu, Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengapresiasi peningkatan infrastruktur yang dilakukan DJKA. Menurutnya, keselamatan merupakan prioritas utama dalam operasional kereta api.
“Kami mengapresiasi apa yang dilakukan oleh DJKA. Sebab, lintas Jember–Ketapang merupakan salah satu jalur tersibuk di wilayah Daop 9 Jember,” katanya.
Dari total 30 perjalanan kereta api setiap hari, sebanyak 24 perjalanan melintasi jalur tersebu. Sehingga keandalan infrastruktur menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan dan ketepatan waktu perjalanan.
Cahyo menambahkan, peningkatan prasarana juga diharapkan memperkuat konektivitas antardaerah, memperlancar distribusi logistik, serta mendukung akses menuju berbagai destinasi wisata di wilayah Jember, Bondowoso, Situbondo, hingga Banyuwangi.
Menurutnya, kondisi tersebut akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di wilayah Daop 9 Jember.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....