Damkar Jember Catat Kebakaran Meningkat Selama Musim Kemarau

  • 15 Jul 2026 02:55 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Jember mencatat peningkatan jumlah kejadian kebakaran selama musim kemarau.

Hingga pertengahan Juli 2026, petugas telah menangani lebih dari 15 hingga 20 kasus kebakaran. Mulai dari kebakaran lahan, rumah, hingga instalasi listrik.

Anggota Regu A Mako UPT Damkarmat Jember, Aris Setiawan, mengatakan jumlah tersebut meningkat dibandingkan Juni lalu yang berkisar 10 hingga 15 kejadian.

“Baru memasuki 13 hari di bulan Juli, jumlah kejadian sudah lebih dari 15 hingga 20 kasus. Hampir setiap hari kami menerima laporan kebakaran,” ujarnya, saat on air Halo RRI, Senin (13/7/2026).

Menurut Aris, kebakaran lahan menjadi salah satu jenis kejadian yang paling sering ditangani selama musim kemarau. Beberapa titik rawan berada di kawasan Sumbersari, Kebonsari, dan Pakusari.

Bahkan dalam satu hari, petugas sempat menangani tiga kebakaran lahan di kawasan perumahan, bersamaan dengan kebakaran rumah di wilayah lain.

Aris menjelaskan, sebagian besar kebakaran lahan diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah yang ditinggalkan tanpa pengawasan.

Kondisi cuaca panas disertai angin kencang membuat api mudah merambat dan membesar.

“Karena itu, masyarakat diimbau tidak meninggalkan api saat membakar sampah dan memastikan api benar-benar padam setelah selesai digunakan,” katanya.

Selain kebakaran lahan, Damkar juga baru saja menangani kebakaran gudang penyimpanan plastik yang berdampingan dengan rumah warga di Kecamatan Sumberbaru.

“Berkat penanganan petugas bersama warga, sekitar 40 persen bangunan masih dapat diselamatkan dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut,” katanya.

Aris mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di dalam rumah. Penggunaan kompor gas sebaiknya selalu diawasi dan regulator dilepas setelah selesai memasak.

Masyarakat juga diminta menghindari penggunaan stop kontak bertumpuk karena berisiko menyebabkan korsleting listrik yang dapat memicu kebakaran.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....