Sekolah Sepi Peminat, Dinas Pendidikan Bondowoso: Guru Urunan Beli Seragam
- 13 Jul 2026 20:45 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso - Menyikapi banyaknya sekolah yang minim siswa baru, Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Taufan Restuanto, mengatakan kondisi sepi peminat ini juga banyak dialami oleh sekolah-sekolah di wilayah pinggiran.
Bahkan, ada guru di pinggiran yang rela urunan untuk membelikan seragam bagi murid baru agar warga di pedesaan tertarik menyekolahkan anaknya ke sekolah negeri tersebut.
"Di sekolah pinggiran, demi menarik minat siswa untuk belajar, guru-guru kita itu sampai urunan membelikan seragam untuk murid baru," jelas Taufan saat dikonfirmasi, Senin, 13 Juli 2026.
Merespons kondisi ini, Dispendik Bondowoso berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) beberapa pekan lalu untuk membagikan 1.000 seragam gratis. Bantuan ini dikhususkan bagi sekolah-sekolah yang total muridnya kurang dari 70 orang.
Menurut Taufan, fenomena minimnya murid baru ini terjadi karena beberapa faktor. Faktor utamanya adalah rendahnya ketertarikan wali murid untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah negeri di tengah menjamurnya sekolah keagamaan swasta.
Padahal secara kualitas, Taufan menegaskan bahwa sekolah negeri yang kekurangan murid tetap memiliki mutu yang bersaing.
Sebagai contoh, nilai asesmen di SDN Dabasah 2 memiliki rentang tertinggi 94 dan terendah 46. Sementara di SDN Locare 1, nilai tertinggi mata pelajaran IPS se-Kecamatan Curahdami justru diraih oleh siswa dari sekolah tersebut.
"Secara kualitas kami tidak ragu dengan SDN Dabasah 2, apalagi lokasinya di kota," ujarnya.
Terkait opsi penggabungan sekolah (regrouping), Taufan menjelaskan kebijakan tersebut tidak serta-merta bisa dilakukan.
Banyak sekolah pinggiran yang keberadaanya untuk mendekatkan layanan pendidikan bagi anak-anak yang berada di area sedikit penduduk. Ditambah lagi ada beberapa kawasan yang memiliki kultur rumahnya berjauhan. Terutama wilayah Bondowoso yang ada di perbukitan atau pegunungan.
Dispendik pernah melakukan regrouping salah satu sekolah, namun sekolah tersebut justru berakhir tanpa siswa karena lokasinya terlalu jauh dijangkau warga. Siswa lain beralih ke sekolah yang lebih dekat.
"Sampai sekarang kami belum mewacanakan untuk regrouping," tegasnya.
Kendati kekurangan murid, Taufan memastikan seluruh sekolah tersebut tetap melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi para siswa baru.
"Iya tetap (MPLS,red) itu layanan kita," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....