Cuaca Buruk Picu Harga Ikan Muncar Melonjak
- 11 Jul 2026 13:15 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi – Harga berbagai jenis ikan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) dan Pasar Ikan Segar Muncar, Banyuwangi, mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi tersebut dipicu menurunnya hasil tangkapan nelayan akibat cuaca buruk dan angin kencang yang membatasi aktivitas melaut.
Berkurangnya pasokan ikan tidak hanya berdampak pada pendapatan nelayan, tetapi juga memengaruhi aktivitas perdagangan di pasar. Pedagang mengaku penjualan menurun karena harga ikan yang semakin mahal membuat daya beli masyarakat ikut melemah.
Salah seorang pedagang ikan di TPI Muncar, Rohani, mengatakan masyarakat pesisir sangat bergantung pada hasil tangkapan nelayan. Ketika cuaca buruk melanda dan nelayan tidak melaut, perputaran ekonomi warga ikut melambat.
"Orang pesisir sehari-hari tergantung ikan. Ikan sepi, lautnya angin, sepi juga penghasilan," kata Rohani, SAbtu 10 Juli 2026.
Rohani menjelaskan harga ikan tongkol kini mencapai sekitar Rp35 ribu per kilogram. Padahal saat musim ikan melimpah, harga komoditas tersebut hanya berkisar Rp6 ribu hingga Rp15 ribu per kilogram.
"Kalau ramai itu sekilo bisa Rp6 ribu, bisa Rp10 ribu sampai Rp15 ribu. Kalau harga mahal pembeli juga berkurang, malah mikir mending beli tahu-tempe," ujar Rohani.
Selain ikan tongkol, hampir seluruh komoditas perikanan mengalami kenaikan harga. Ikan kerapu kini dijual sekitar Rp60 ribu per kilogram, kakap mencapai Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram, sedangkan harga kepiting naik dari sekitar Rp90 ribu menjadi Rp130 ribu hingga Rp140 ribu per kilogram.
Ketua Kelompok Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (Poklasar) Puteri Jaya, Riana, mengatakan aktivitas perdagangan di TPI Muncar masih berjalan normal meski pasokan ikan berkurang. Menurutnya, kondisi tersebut telah berlangsung sekitar dua bulan akibat cuaca, angin kencang, dan gelombang tinggi yang membatasi aktivitas melaut.
Riana menambahkan, harga ikan juga dipengaruhi musim penangkapan dan fase bulan. Saat bulan purnama jumlah nelayan yang melaut cenderung berkurang sehingga pasokan menurun dan harga naik, sedangkan pada fase petengan hasil tangkapan biasanya lebih banyak sehingga harga kembali stabil.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....