Ekonomi Jember Tumbuh 6,35 Persen, Tertinggi di Sekarkijang
- 15 Jun 2026 22:11 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jember pada Triwulan I 2026 mencapai 6,35 persen secara tahunan (year on year).
Angka tersebut menjadi yang tertinggi di kawasan Sekarkijang, sekaligus melampaui pertumbuhan ekonomi Jawa Timur maupun nasional.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada periode yang sama tercatat sebesar 5,96 persen, sedangkan nasional mencapai 5,61 persen.
Kepala BPS Kabupaten Jember, Peni Dwi Wahyu Winarsih, mengatakan pertumbuhan ekonomi Jember juga lebih tinggi dibandingkan sejumlah daerah sekitar, seperti Banyuwangi sebesar 6,14 persen, Lumajang 5,89 persen, Situbondo 5,50 persen, dan Bondowoso 5,42 persen.
Menurutnya, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi Jember dengan andil 1,51 persen.
Disusul industri pengolahan sebesar 1,45 persen, perdagangan 0,89 persen, serta informasi dan komunikasi 0,72 persen.
“Kinerja sektor pertanian menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi Jember pada Triwulan I 2026,” ujarnya, dikutip dari Diskominfo Jember, Senin (15/6/2026).
Peni menjelaskan, peningkatan produksi padi dan jagung menjadi faktor utama penguatan sektor pertanian. Produksi padi tercatat meningkat sekitar 27 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
| Baca juga: FMJM Gelar Aksi Damai Kawal Program MBG |
Selain itu, sektor peternakan juga mengalami peningkatan produksi seiring tingginya permintaan daging dan telur ayam untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Di sektor perikanan, hasil tangkapan ikan laut juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sehingga turut memperkuat kinerja sektor primer.
Meningkatnya produksi pertanian dan industri pengolahan berdampak pada aktivitas perdagangan yang semakin tumbuh.
Volume komoditas yang diproduksi dan dipasarkan meningkat sehingga mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
Dari sisi sektoral, industri pengolahan dan konstruksi menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi. Industri pengolahan tumbuh karena meningkatnya produksi makanan dan minuman sekitar 7 persen.
Sementara sektor konstruksi terdorong oleh pembangunan Sarana Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang jumlahnya terus bertambah di berbagai wilayah Kabupaten Jember.
Selain itu, lapangan usaha jasa perusahaan mencatat laju pertumbuhan tertinggi yang didukung meningkatnya aktivitas wisata dan perjalanan umrah.
Sektor penyediaan akomodasi, makan, dan minum juga mengalami pertumbuhan seiring meningkatnya kebutuhan penyediaan konsumsi untuk program MBG.
Peni menilai tingginya pertumbuhan ekonomi Jember tidak lepas dari dominasi sektor pertanian dan industri pengolahan dalam struktur perekonomian daerah.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa sektor pertanian sangat dipengaruhi kondisi cuaca sehingga diperlukan dukungan sektor ekonomi lainnya agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga secara berkelanjutan sepanjang tahun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....