Jember Susun Master Plan Perhutanan Sosial, Bidik Pengentasan Kemiskinan
- 11 Jul 2026 01:11 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Pemkab Jember bersama Kementerian Kehutanan resmi menandatangani Master Plan Integrated Area Development (IAD) Kabupaten Jember 2026–2030.
Hal itu sebagai langkah untuk memperkuat pengembangan perhutanan sosial sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan di wilayah sekitar kawasan hutan.
Penandatanganan dokumen dilakukan di Pendopo Wahyawibawagraha, Kamis (9/7/2026), dan menjadi dasar kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mengembangkan kawasan hutan secara berkelanjutan.
| Baca juga: Mahasiswa UNEJ Raih Juara di OGIP 2026 |
Bupati Jember, Muhammad Fawait mengatakan, program itu menyasar masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan, perkebunan, pedesaan, hingga pesisir, yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses lahan produktif.
“IAD hadir dengan semangat menjaga kelestarian hutan sekaligus memberdayakan masyarakat di sekitarnya,” ujarnya.
Melalui kolaborasi dengan Kementerian Kehutanan dan Dinas Kehutanan Jawa Timur, pihaknya ingin mempercepat pengentasan kemiskinan melalui program perhutanan sosial.
Menurutnya, masyarakat yang memenuhi kriteria nantinya akan memperoleh akses legal untuk mengelola kawasan hutan. Sehingga dapat mengembangkan usaha produktif dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Untuk memastikan program tepat sasaran, proses pendataan dan verifikasi calon penerima manfaat akan dilakukan bersama pemerintah desa, kecamatan, serta instansi terkait.
Sementara itu, Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan, Catur Endah Prasetiani, menjelaskan bahwa konsep Integrated Area Development mengintegrasikan pelestarian hutan dengan pengembangan ekonomi masyarakat melalui penguatan komoditas unggulan di setiap kawasan.
Selain penandatanganan master plan, Kementerian Kehutanan juga meluncurkan Blended Finance Model (BFM) di Jember. Skema ini diharapkan mempermudah kelompok perhutanan sosial memperoleh akses pembiayaan untuk mengembangkan usaha produktif.
Melalui master plan tersebut, sejumlah komoditas unggulan seperti kopi, kakao, durian, dan alpukat akan dikembangkan secara terintegrasi agar memiliki nilai tambah lebih tinggi, memperluas akses pasar.
“Selain itu juga meningkatkan pendapatan masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian kawasan hutan,” tambahnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....