Lintasan Ketapang-Gilimanuk Layani 816 Ribu Penumpang Libur Sekolah
- 09 Jul 2026 01:08 WIB
- Jember
RRI.CO.ID Banyuwangi – Lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk melayani 816.016 penumpang selama periode libur sekolah, 20 Juni hingga 5 Juli 2026. Pada periode yang sama, sebanyak 212.696 unit kendaraan menyeberang melalui jalur penghubung Pulau Jawa dan Bali tersebut, atau meningkat 3,87 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, mengatakan kesiapan operasional telah dilakukan sejak awal masa libur sekolah. Koordinasi dengan regulator, aparat keamanan, dan seluruh pemangku kepentingan juga diperkuat untuk mengantisipasi lonjakan pengguna jasa.
"Peningkatan mobilitas masyarakat selama libur sekolah dapat kami layani dengan baik melalui berbagai langkah antisipatif dan penguatan operasional. Fokus kami tidak hanya pada peningkatan kapasitas layanan, tetapi juga memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, tertib, dan nyaman," ujar Heru dalam rilis yang diterima RRI, Rabu 8 Juli 2026.
Untuk mengurai kepadatan di Pelabuhan Ketapang, ASDP mengoptimalkan armada, memperkuat personel operasional, serta menerapkan sistem delaying di sejumlah buffer zone. Saat volume kendaraan meningkat, ASDP juga menerapkan pola operasi Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) dan mengoperasikan kapal perbantuan di Dermaga Bulusan guna mempercepat proses bongkar muat.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry, Windy Andale, mengatakan perusahaan juga mendukung program stimulus pemerintah melalui diskon tarif jasa pelabuhan sebesar 100 persen. Program tersebut memberikan penghematan rata-rata sekitar 21,9 persen dari total tarif penyeberangan dan berlaku di 14 pelabuhan pada tujuh lintasan strategis nasional.
"Selama periode 20 Juni hingga 5 Juli 2026, sebanyak 1.125.088 pengguna jasa telah memanfaatkan program tersebut atau mencapai 93,25 persen dari target 1.206.585 penerima manfaat. Hal ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat sekaligus efektivitas program dalam membantu masyarakat memperoleh layanan penyeberangan dengan tarif yang lebih terjangkau," kata Windy.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyebut peningkatan mobilitas masyarakat tersebut tetap dapat diantisipasi sehingga layanan penyeberangan berjalan aman, lancar, dan terkendali. Berbagai langkah operasional disiapkan untuk menjaga kelancaran arus penumpang maupun kendaraan di lintasan tersibuk kedua setelah Merak-Bakauheni.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....