Rumah Edukasi Creative Dampingi Lansia Tetap Produktif

  • 30 Jun 2026 10:49 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember: Kepedulian generasi muda terhadap kesejahteraan lanjut usia (lansia) terus diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan. Salah satunya dilakukan Rumah Edukasi Creative (REC) melalui program Harmony Care yang memfasilitasi pembentukan Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) lintas agama dan lintas etnis di wilayah Jember, Bondowoso, dan Lumajang. Program ini melahirkan Selantang BAGES (Bahagia, Gembira, Sukacita), Selantang Kanaan Jember, Selantang Ceria di Vihara Ariimaitreya Bondowoso, Selantang Bahara di Vihara Dana Maitreya Lumajang, serta Selantang Simeon Hanna di Gereja Katolik Santo Yusuf Jember.

Program tersebut telah berjalan sejak 2023 melalui kolaborasi Rumah Edukasi Creative dengan Pemerintah Kabupaten Jember, khususnya Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) waktu itu. Tidak hanya membuka kelas sekolah lansia, para peserta juga memperoleh pendampingan berkelanjutan berupa edukasi kesehatan mental, kesehatan fisik, literasi digital, pencegahan hoaks, hingga berbagai materi yang mendukung lansia agar tetap sehat, mandiri, dan produktif dalam kehidupan sehari-hari.

Direktur Rumah Edukasi Creative, Redy Saputro, bersama Pendeta Vihara Jagatnatha Maitreya Jember, Huang Meo Mei (alm), menjadi penggerak yang menjembatani berbagai kelompok lansia dari beragam latar belakang untuk dapat mengikuti program tersebut. Menurut Redy, keberagaman menjadi kekuatan utama dalam membangun ruang belajar yang inklusif, sehingga para lansia dapat saling berbagi pengalaman sekaligus memperkuat jejaring sosial di masa lanjut usia.

Kepada RRI, Redy Saputro mengatakan kepedulian anak muda terhadap lansia menjadi faktor penting dalam menciptakan kehidupan lansia yang tetap aktif dan bahagia. "Kepedulian anak muda kepada lansia sangat penting untuk memberikan dukungan agar para lansia tetap produktif dan bahagia. Lansia perlu terus didampingi agar kreativitasnya tetap tumbuh dan mereka tetap memiliki ruang untuk berkarya serta berkontribusi di tengah masyarakat," ujarnya, 30 Juni 2026.

Redy menambahkan, program ini berawal dari amanah yang diberikan Kepala DP3AKB Kabupaten Jember saat itu, Drs. Suprihandoko,M.M., untuk memfasilitasi pembentukan Sekolah Lansia Tangguh lintas agama dan lintas etnis di Jember. Seiring perkembangannya, program Harmony Care kemudian meluas ke Bondowoso dan Lumajang melalui kolaborasi bersama Fatayat NU, GKJW Bondowoso, WKRI Bondowoso, Persekutuan Wanita Antar Gereja Lumajang, serta Vihara Maitreya di Jember, Bondowoso, dan Lumajang. Kolaborasi lintas komunitas tersebut diharapkan menjadi contoh bahwa kepedulian terhadap lansia dapat menjadi gerakan bersama demi mewujudkan masa tua yang sehat, produktif, dan bermartabat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....