FK UNEJ dan Polres Purworejo Kawal Pemulihan Pasien Bibir Sumbing
- 30 Jun 2026 02:05 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Kolaborasi Fakultas Kedokteran UNEJ dan Polres Purworejo dalam bakti sosial operasi bibir sumbing dan celah langit-langit, tidak berhenti setelah tindakan operasi selesai. Tim medis kini melanjutkan pendampingan pasien melalui pemantauan pascaoperasi, edukasi keluarga, serta perbaikan status gizi anak.
Dekan FK Universitas Jember, dr. Ulfa Elfiah, mengatakan seluruh pasien yang menjalani operasi berada dalam kondisi baik. Namun, hasil evaluasi menunjukkan masih terdapat satu pasien yang mengalami masalah kekurangan gizi.
“Dari 17 pasien, kami menemukan satu pasien memiliki masalah kekurangan gizi. Ini menjadi perhatian serius, karena keberhasilan operasi tidak hanya ditentukan oleh tindakan bedah. Tapi juga kualitas nutrisi selama pemulihan,” ujarnya.
Menurut Ulfa, proses pemulihan pasien membutuhkan dukungan lintas sektor. Selain perawatan medis, keluarga juga perlu mendapatkan pendampingan mengenai pemenuhan gizi.
Hal itu dilakukan agar proses penyembuhan berlangsung optimal dan pertumbuhan anak tidak terganggu.
“Kami berharap ada sinergi antara pemerintah daerah, nakes, puskesmas, dinas terkait hingga dunia usaha untuk memastikan kebutuhan gizi anak-anak ini terpenuhi. Yang kita bangun bukan hanya wajah mereka, tetapi juga masa depan dan kualitas hidupnya,” katanya.
Kapolres Purworejo, AKBP Windy Syafutra, menegaskan kepolisian akan terus mendampingi proses pemulihan pasien dengan menjembatani koordinasi bersama pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, perangkat desa, hingga para dermawan.
“Kepedulian kepada masyarakat tidak boleh berhenti ketika ruang operasi ditutup. Kami ingin memastikan anak-anak ini memperoleh pendampingan yang berkelanjutan agar tumbuh sehat dan memiliki masa depan baik,” ujarnya.
Selama kunjungan pascaoperasi, tim dokter juga memberikan edukasi kepada orang tua mengenai cara merawat luka operasi, pola pemberian makanan, jadwal kontrol, serta tanda-tanda komplikasi yang perlu diwaspadai.
Salah seorang orang tua pasien, Fauziah Aulia, mengaku bersyukur karena putrinya dapat menjalani operasi tanpa dipungut biaya. Ia juga mengapresiasi perhatian tim medis yang tetap mendampingi keluarga setelah operasi selesai.
“Kami merasa tidak ditinggalkan setelah operasi. Dokter dan perawat menjelaskan dengan sabar cara merawat luka dan mengingatkan pentingnya memenuhi kebutuhan gizi anak kami,” katanya.
Program bakti sosial operasi bibir sumbing dan celah langit-langit merupakan kolaborasi FK Universitas Jember dan Polres Purworejo dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Selain menghadirkan layanan operasi gratis, program tersebut juga menitikberatkan pada pendampingan medis dan edukasi keluarga agar proses pemulihan pasien berjalan optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....