Pemuda Warga Karang Semanding Akan Dirujuk ke RSJ Malang

  • 29 Jun 2026 12:03 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Jember- Seorang pemuda berinisial BF, 21, warga Dusun Lohong RT 06 RW 02, Desa Karang Semanding, Kecamatan Balung, Jember, akan dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Malang. Perujukan dilakukan setelah BF diduga mengamuk, memukuli, dan menginjak-injak kedua orang tuanya hingga babak belur, Sabtu 28/6/2025.

Kejadian tersebut memicu keresahan warga dan keluarga. BF akhirnya diamankan warga dengan cara diikat tangan dan kakinya untuk mencegah aksi susulan yang lebih membahayakan.

Gunawan Santoso Perawat Desa Karangsemanding Balung membenarkan laporan yang kerap diterima perangkat desa dan keluarga. Menurutnya, BF selama ini menunjukkan perilaku agresif kepada ayah, ibu, dan adik kandungnya.

“Selama ini kami sering dapat laporan. Yang bersangkutan sering marah-marah dan menganiaya bapak kandung, ibu, serta membuat adiknya ketakutan. Kejadian ini sudah berlangsung beberapa tahun lalu, dulu masih bisa ditangani, tapi sekarang sudah tidak bisa lagi,” kata Wawan saat dikonfirmasi.

Pihak desa bersama tenaga kesehatan disebut telah berupaya memberikan penanganan medis rutin.

“Sebulan sekali kami berikan obat penenang dan obat anti gangguan jiwa agar yang bersangkutan bisa lebih tenang,” jelasnya Minggu 29 Juni 2026

Wawan menyebut, pada masa kecil BF tumbuh normal seperti anak seusianya. Namun diduga ia kerap mengonsumsi pil koplo dan kecubung, sehingga mengalami gangguan mental dan psikis hingga saat ini.

“Informasi yang kami terima, yang bersangkutan diduga menyalahgunakan obat farmasi secara berlebihan dan pernah mengonsumsi kecubung. Itu diduga menjadi penyebab kondisi kejiwaannya terganggu sampai sekarang,” ujarnya.

Atas rekomendasi keluarga, warga, dan pihak kesehatan, BF diputuskan untuk menjalani perawatan intensif di RSJ Malang agar mendapat penanganan medis dan pemulihan kejiwaan yang lebih komprehensif.

Peristiwa ini menjadi perhatian warga sekitar. Pihak desa mengimbau masyarakat lebih peduli dan mengawasi anak maupun pemuda agar tidak terjerumus pada minuman keras, penyalahgunaan obat farmasi, maupun narkoba jenis sabu.

“Ini bahaya untuk jiwa dan pikiran. Kami minta orang tua lebih waspada terhadap pergaulan anaknya agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas Wawan.

Saat ini pihak keluarga dan pihak kesehatan masih menunggu informasi keberangkatan BF tersebut untuk dilakukan perawatan kejiwaan secara medis di RS Lawang dan diperkirakan pada hari rabu atau kamis akan ada penjemputan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....