ASDP Tambah Kapal untuk Urai Antrean di Ketapang
- 23 Jun 2026 13:26 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi - PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang menambah armada penyeberangan untuk mengurai antrean kendaraan yang terjadi di jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Selasa nin, 22 Juni 2026. Sebanyak 29 kapal kini dioperasikan guna mempercepat layanan penyeberangan menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
General Manager ASDP Ketapang Arief Eko mengatakan penambahan armada dilakukan menyusul lonjakan volume kendaraan yang terjadi sejak Minggu, 21 Juni 2026. Selain kendaraan logistik, peningkatan juga terjadi pada kendaraan pribadi, bus, dan sepeda motor.
“Dari hari Minggu siang sampai malam hari dan berlanjut hingga hari ini terjadi lonjakan kendaraan sehingga berdampak pada antrean di kawasan pelabuhan,” ujar Arief, Selasa, 23 Juni 2026.
Menurut Arief, jumlah kendaraan yang menyeberang melalui lintasan Ketapang-Gilimanuk meningkat sekitar 21 persen dibanding hari sebelumnya. Volume kendaraan tercatat naik dari sekitar 7.000 unit menjadi 9.600 unit.
Untuk mengatasi kepadatan tersebut, ASDP mengoperasikan 28 kapal reguler dan satu kapal perbantuan di dermaga Landing Craft Machine (LCM). Kapal tambahan tersebut menerapkan pola tiba-bongkar-berangkat (TBB) secara penuh untuk mempercepat proses bongkar muat kendaraan.
“Di dermaga LCM saat ini ada 10 kapal. Sembilan kapal menerapkan pola TBB secara bergantian, sedangkan satu kapal melaksanakan pola TBB penuh untuk membantu mengurai antrean,” kata Arief.
Selain menambah armada, ASDP juga berkoordinasi dengan Polresta Banyuwangi untuk melakukan rekayasa lalu lintas di sekitar pelabuhan. Kendaraan yang keluar dari Pelabuhan Ketapang diarahkan ke jalur selatan, sementara kendaraan logistik ditampung terlebih dahulu di kantong parkir Bulusan sebelum masuk ke area pelabuhan.
Arief menjelaskan antrean kendaraan juga dipengaruhi kondisi cuaca buruk di Selat Bali. Arus laut yang kuat dan gelombang tinggi pada Minggu malam hingga Senin dini hari menyebabkan sejumlah kapal mengalami gagal sandar di Pelabuhan Ketapang.
Meski demikian, ASDP memastikan seluruh armada yang beroperasi saat ini terus dimaksimalkan untuk mempercepat pergerakan kendaraan dan mengurangi kepadatan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang.
Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean kendaraan sempat mengular hingga kawasan Watudodol atau sekitar 7 kilometer dari Pelabuhan Ketapang. Antrean didominasi kendaraan logistik yang akan menyeberang ke Pulau Bali.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....