Warga Desil 1–4 di Bondowoso Bertambah, Dinsos Minta Masyarakat Aktif Cek Data
- 22 Jun 2026 19:17 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso – Jumlah masyarakat Bondowoso yang masuk kategori Desil 1 hingga Desil 4 mengalami peningkatan pada semester pertama tahun 2026. Sebaliknya, jumlah warga yang berada pada kategori Desil 5 justru mengalami penurunan. Perubahan tersebut tercatat dalam pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang menjadi dasar penentuan penerima bantuan sosial.
Berdasarkan data Dinas Sosial, Perlindungan Perempuan dan Anak, serta Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Bondowoso, jumlah warga pada Desil 1 bertambah sebanyak 1.198 keluarga. Saat ini, total warga yang masuk kategori tersebut mencapai 46.277 keluarga atau setara dengan 104.368 jiwa.
Peningkatan juga terjadi pada kelompok Desil 2 hingga Desil 4. Desil 2 tercatat bertambah 381 keluarga, Desil 3 meningkat 221 keluarga, dan Desil 4 bertambah 143 keluarga. Sementara itu, jumlah warga pada Desil 5 berkurang sebanyak 89 keluarga.
Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso, M. Imron, mengatakan perubahan pemeringkatan desil dipengaruhi banyak variabel yang digunakan dalam DTSEN.
“Variabelnya sangat banyak, itu baru beberapa di antaranya,” jelas Imron saat dikonfirmasi, Senin, 22 Juni 2026.
Ia menerangkan, sejumlah indikator yang memengaruhi pemeringkatan antara lain kepemilikan aset bergerak keluarga seperti mobil, sepeda motor, AC, kulkas, dan perangkat elektronik lainnya. Selain itu, tingkat pendidikan, jumlah anggota keluarga, jenis bahan bakar utama untuk memasak, hingga kondisi fisik rumah juga menjadi bagian dari penilaian.
Menurut Imron, kondisi rumah yang dinilai meliputi jenis lantai, dinding, atap, serta fasilitas sanitasi seperti kloset. Seluruh data tersebut diolah untuk menentukan tingkat kesejahteraan masing-masing keluarga.
Pemeringkatan desil, lanjutnya, diperbarui secara berkala setiap tiga bulan sekali. Karena itu, masyarakat yang ingin mengetahui status desilnya dapat melakukan pengecekan melalui beberapa jalur yang telah disediakan.
“Atau, masyarakat juga bisa melakukan pengecekan secara mandiri melalui situs resmi cekbansos.kemensos.go.id,” ungkapnya.
Selain datang langsung ke Kantor Dinsos P3AKB Bondowoso, warga juga dapat meminta bantuan operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) di tingkat desa maupun kelurahan untuk mengetahui status terbaru mereka.
Imron menjelaskan, perubahan peringkat desil yang sering terjadi tanpa diketahui masyarakat umumnya disebabkan oleh perubahan kondisi ekonomi dan sosial yang terjadi di lapangan. Perubahan tersebut secara otomatis memengaruhi indikator penilaian dalam DTSEN.
Dinsos P3AKB Bondowoso sendiri melakukan pembaruan data ke Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Sosial setiap tiga bulan sekali berdasarkan usulan dan input dari operator SIKS-NG desa atau kelurahan. Sementara pemeringkatan akhir dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Karena itu, masyarakat diminta aktif memantau status desil mereka. Jika terdapat perubahan peringkat yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, warga diharapkan segera melapor kepada operator desa untuk dilakukan pembaruan data melalui proses verifikasi dan validasi.
Imron menambahkan, upaya graduasi atau pengentasan mandiri dari kategori kemiskinan juga menjadi bagian penting dalam program kesejahteraan sosial, terutama bagi masyarakat yang masih berada pada kelompok Desil 1.
“Graduasi juga menjadi hal yang sangat penting,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Desil 1 hingga Desil 5 merupakan skala pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat yang digunakan Kementerian Sosial sebagai dasar penentuan prioritas penerima bantuan sosial.
Desil 1 merupakan kelompok sangat miskin, Desil 2 kelompok miskin, Desil 3 hampir miskin, Desil 4 rentan miskin, dan Desil 5 merupakan kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi pas-pasan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....