Sekolah Rakyat Banyuwangi Capai 75 Persen, Gus Ipul Apresiasi
- 21 Jun 2026 02:05 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melaporkan perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat dan program Digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) kepada Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026. Dalam pertemuan tersebut, Ipuk menyampaikan progres pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, yang saat ini telah mencapai lebih dari 75 persen.
Saat ini, Kementerian Pekerjaan Umum tengah menyelesaikan pembangunan sekolah yang berdiri di atas lahan seluas 7 hektare milik Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Sebelum gedung utama rampung, kegiatan belajar mengajar sementara dilaksanakan di Balai Diklat Pemkab Banyuwangi di Kecamatan Licin dan kompleks Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) di Kecamatan Muncar.
"Di Banyuwangi, Sekolah Rakyat sementara menempati dua lokasi, yakni di Balai Diklat milik Pemkab Banyuwangi di Kecamatan Licin dan di kompleks BPVP Kecamatan Muncar," ujar Ipuk.
Ipuk menjelaskan, Sekolah Rakyat Banyuwangi dibangun dengan konsep sekolah modern berstandar internasional. Kawasan pendidikan tersebut mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA dengan kapasitas sekitar 1.000 siswa dan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang pembelajaran.
Fasilitas yang dibangun meliputi gedung sekolah SD, SMP, dan SMA masing-masing dua lantai, asrama putra dan putri untuk setiap jenjang pendidikan, serta rumah susun guru. Selain itu, tersedia gedung serbaguna, masjid, gedung ibadah, dapur, kantin untuk setiap jenjang pendidikan, hingga guest house.
Berbagai fasilitas pendukung lainnya juga disiapkan, seperti lapangan upacara, lapangan sepak bola, lapangan basket, jogging track, rumah genset, tempat pengolahan sampah, green house, rumah pompa, gudang perawatan, pos jaga, instalasi pengolahan limbah dapur, area parkir, serta gerbang utama kawasan pendidikan.
Sekolah Rakyat tersebut juga berdekatan dengan Sirkuit BMX Muncar yang berstandar internasional. Karena itu, Ipuk mengusulkan agar olahraga BMX dijadikan salah satu kegiatan ekstrakurikuler bagi para siswa.
"Anak-anak nanti bisa diberi ekstrakurikuler BMX karena dekat dengan Sirkuit Muncar, agar bisa mencetak atlet muda berbakat," ucap Ipuk.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengapresiasi perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat di Banyuwangi. Bahkan, ia berencana menggelar kegiatan open house bersama wali murid siswa baru di Banyuwangi.
"Rencana saya akan open house dengan wali murid siswa baru di Banyuwangi," tutur Saifullah Yusuf.
Selain membahas Sekolah Rakyat, Ipuk juga memaparkan perkembangan penerapan program Digitalisasi Perlindungan Sosial. Banyuwangi menjadi daerah pertama yang ditunjuk sebagai proyek percontohan program prioritas tersebut.
Keberhasilan implementasi program digitalisasi Perlinsos di Banyuwangi mendorong pemerintah pusat memperluas penerapannya ke berbagai daerah lain. Saat ini, program tersebut tengah dikembangkan di 42 daerah di Indonesia sebagai upaya meningkatkan ketepatan dan transparansi penyaluran bantuan sosial.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....