OJK Jember: Stabilitas SJK Sekar Kijang Terjaga
- 25 Jul 2026 22:04 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Situbondo - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember menyatakan stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) di wilayah kerjanya yang meliputi Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang (Sekar Kijang) tetap terjaga.
Kepala OJK Jember, Aris Budiman mengaku, stabilitas SJK di wilayah Sekar Kijang didukung oleh pertumbuhan ekonomi regional yang solid di atas rata-rata nasional serta kerja intermediasi keuangan yang tumbuh positif per posisi 31 Mei 2026,
"Pada Triwulan I 2026, perekonomian wilayah Sekar Kijang menunjukkan kinerja yang solid dengan seluruh Kabupaten mencatat pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen," ujar Aris Budiman, Sabtu, 25 Juli 2026.
Aris Budiman mengemukakan, sebagai regulator dan pengawas sektor jasa keuangan, OJK punya peran penting dalam memastikan industri jasa keuangan berjalan secara sehat, stabil, dan berkelanjutan.
"Melalui fungsi pengaturan, pengawasan, serta pelindungan konsumen, kami mendorong Lembaga Jasa Keuangan (LJK) untuk menjalankan fungsi intermediasi secara optimal sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah," ungkapnya.
Katanya, Jember dan Banyuwangi menjadi daerah dengan pertumbuhan tertinggi, masing-masing sebesar 6,35 persen dan 6,14 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sebesar 5,96 persen dan nasional sebesar 5,61 persen.
Sementara itu, Lumajang tumbuh 5,89 persen, Situbondo 5,50 persen, dan Bondowoso 5,42 persen. Secara keseluruhan, capaian tersebut mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Sekarkijang tetap terjaga.
"Capaian itu juga didukung oleh kinerja sektor-sektor utama seperti pertanian, perdagangan dan industri pengolahan, sehingga menjadi modal positif bagi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi dan penguatan sektor jasa keuangan di daerah," bebernya.
Aris Budiman menegaskan bahwa kinerja intermediasi perbankan di wilayah Sekar Kijang hingga 31 Mei 2026 masih menunjukkan pertumbuhan yang positif meskipun cenderung melambat. Outstanding kredit Bank Umum tercatat sebesar Rp62,42 triliun atau tumbuh 0,78 persen (yoy). Sementara kredit BPR/S tercatat sebesar Rp2,58 triliun atau tumbuh 6,83 persen (yoy).
Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Umum tumbuh 16,58 persen (yoy) menjadi Rp55,80 triliun, mencerminkan tetap terjaganya kepercayaan masyarakat terhadap perbankan dan likuiditas yang memadai untuk mendukung penyaluran kredit.
Di sisi lain, DPK BPR mengalami kontraksi 0,61 persen (yoy) menjadi Rp2,18 triliun.
OJK terus mendorong IJK untuk mendukung perekonomian di Sekarkijang dengan mendorong aspek intermediasi IJK dengan tetap memperhatikan kinerja perbankan agar mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kredit/pembiayaan dan terjaganya likuiditas.
"OJK juga terus memperkuat penerapan manajemen risiko kepada Industri Perbankan untuk meningkatkan kualitas penyaluran kredit, serta melakukan upaya restrukturisasi dan pendampingan kepada debitur agar fungsi intermediasi tetap berjalan secara sehat dan berkelanjutan," tegas Aris Budiman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....