Bondowoso Dukung Bongkar Ratoon untuk Percepat Swasembada Gula Nasional
- 18 Jun 2026 14:39 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso – Pemerintah Kabupaten Bondowoso menyatakan komitmen penuh mendukung Program Strategis Nasional (PSN) Swasembada Gula 2026 melalui kegiatan bongkar ratoon dan perluasan areal tebu rakyat.
Dukungan tersebut disampaikan Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, dalam kegiatan panen tebu dan program bongkar ratoon yang melibatkan petani, pabrik gula, serta pemangku kepentingan sektor pertanian.
As’ad menegaskan bahwa kegiatan bongkar ratoon bukan sekadar panen maupun peremajaan tanaman tebu. Program tersebut merupakan bagian dari agenda besar pemerintah untuk mewujudkan kedaulatan pangan nasional melalui peningkatan produksi gula dalam negeri.
“Kegiatan yang kita laksanakan hari ini bukan sekadar kegiatan panen atau peremajaan tanaman tebu. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bagian dari agenda besar pembangunan nasional dalam mewujudkan swasembada gula nasional sebagaimana yang telah ditetapkan Pemerintah Republik Indonesia sebagai Program Strategis Nasional Tahun 2026,” ujarnya.
Menurutnya, swasembada gula tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga menyangkut upaya mengurangi ketergantungan impor, menjaga stabilitas harga, memperkuat industri gula nasional, serta meningkatkan kesejahteraan petani tebu.
Untuk mendukung target tersebut, Pemerintah Kabupaten Bondowoso telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Di antaranya memastikan sinergi seluruh perangkat daerah dalam mendukung pengembangan kawasan tebu rakyat, khususnya program bongkar ratoon dan perluasan areal tanam hingga tahun 2029.
Selain itu, pemerintah daerah juga memperkuat peran penyuluh pertanian sebagai pendamping petani, mendorong kemitraan yang sehat antara petani dan industri gula, mendukung pemanfaatan teknologi pertanian, serta menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi pengembangan agribisnis tebu.
As’ad menilai Bondowoso memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan industri gula di Jawa Timur. Potensi tersebut didukung oleh ketersediaan lahan yang sesuai, petani yang berpengalaman, kelembagaan petani yang terus berkembang, serta keberadaan industri gula yang telah lama berkontribusi terhadap perekonomian daerah.
“Kabupaten Bondowoso memiliki modal yang sangat kuat untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan sektor pergulaan di Jawa Timur,” katanya.
Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk menjadikan program bongkar ratoon dan perluasan areal tebu sebagai gerakan bersama guna meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor pergulaan secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, As’ad juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Sinergi Gula Nusantara (SGN), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, PG Prajekan, para penyuluh pertanian, petugas lapangan, pemerintah kecamatan dan desa, kelompok tani, serta petani tebu yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan swasembada gula tidak dapat dicapai oleh pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, lembaga keuangan, dan petani sebagai pelaku utama sektor pertanian.
“Keberhasilan swasembada gula tidak mungkin dicapai hanya oleh pemerintah. Keberhasilan tersebut hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, lembaga keuangan, dan petani,” tuturnya.
As’ad juga menyoroti target produksi PG Prajekan yang meningkat menjadi 5,5 juta kuintal dengan rendemen sebesar 7,62 persen. Menurutnya, capaian tersebut merupakan sinyal positif bagi perkembangan sektor pergulaan di Bondowoso.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa peningkatan produksi harus diikuti dengan perbaikan kualitas budidaya, penggunaan varietas unggul, efisiensi biaya produksi, serta penguatan regenerasi petani agar keberlanjutan sektor pergulaan tetap terjaga.
“Peningkatan target produksi gula PG Prajekan menjadi 5,5 juta kuintal dengan rendemen sebesar 7,62 persen merupakan sinyal positif bahwa sektor pergulaan kita sedang bergerak ke arah yang lebih baik,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap daerah ini dapat menjadi salah satu percontohan pengembangan tebu rakyat modern yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan swasembada gula nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....